Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Renungan - Gereja Kristen Protestan Indonesia
10 Okt 2016
Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya. (Mazmur 11:7)
  Pada suatu hari yang cerah, seorang petani duduk di bawah pohon kenari. Sambil mengamati tanaman labunya. Ditengah-tengah lamunannya dia berfikir, “Betapa bodohnya dan tidak adil Allah itu! Mengapa Allah meletakkan buah labu yang berat pada tanaman merambat yang tidak memiliki kekuatan dan menggantungkan kenari yang kecil pada pohon yang cabang-cabangnya dapat menahan seorang manusia?” Kemudian katanya, “Ah, seandainya saja saya jadi Allah, saya akan membuat lebih baik dari itu!” Tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan jatuhnya buah kenari di kepalanya. Langsung ia meloncat dan berteriak, “Allah adil….. Allah adil, Dia bijak, Haleluya !!!” “Coba bayangkan seandainya yang jatuh ke kepala saya adalah buah labu dan bukan buah kenari, wah jadi apa kepala saya ?” katanya dengan nada menyesal.

    Setiap insan manusia memiliki harapan akan suatu keadilan. Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dicegah dan dilawan. Kondisi demikian yang Pemazmur perlihatkan dan nyatakan bahwa “Tuhan adalah adil” (ay. 7a). Pemazmur  percaya bahwa perhatian Tuhan pada dirinya adalah sebuah manifestasi Allah dalam tindakan-Nya mengasihi keadilan dan pengetahuan-Nya mengenai keadilan manusia yang juga keadilan diri-Nya. Ada hubungan yang terbentuk antara Tuhan dan manusia yang membentuk dasar dari kehidupan manusia itu sendiri sehinga ia mengetahui makna dan tujuan hidupnya.

    Hidup ini penuh dengan pertanyaan. Mengapa orang yang tidak bersalah menderita? Mengapa orang yang baik kehilangan pekerjaan mereka? Mengapa orang yang baik bisa sakit? Daftar ini benar-benar tak ada habisnya. Mungkin frustasi terbesar dalam hidup adalah “Mengapa?” Mengapa hal ini harus terjadi padaku? Apalagi sekarang! Dimanakah keadilan itu? Kondisi ini menggoyahkan iman percaya kita kepada Tuhan Allah. Namun, Allah tidak pernah sebenarnya meninggalkan kita, Ia setia dan Mahatahu untuk apa yang kita diperlukan dalam hidup. Pertanyaan “Mengapa” kita ganti menjadi “Jadilah”,  jadilah kehendak-Mu dalam hidup kita. Pemazmur ketika ditengah kemudahan, kenyamanan dan kesulitan sekalipun, ia tetap memilih menjalaninya dengan tetap percaya pada keadilan Allah.
Senin, 10 Oktober 2016

ALLAH ITU ADIL
Sebab Tuhan adalah adil dan Ia mengasihi keadilan; orang yang tulus akan memandang wajah-Nya. (Mazmur 11:7)

    Pada suatu hari yang cerah, seorang petani duduk di bawah pohon kenari. Sambil mengamati tanaman labunya. Ditengah-tengah lamunannya dia berfikir, “Betapa bodohnya dan tidak adil Allah itu! Mengapa Allah meletakkan buah labu yang berat pada tanaman merambat yang tidak memiliki kekuatan dan menggantungkan kenari yang kecil pada pohon yang cabang-cabangnya dapat menahan seorang manusia?” Kemudian katanya, “Ah, seandainya saja saya jadi Allah, saya akan membuat lebih baik dari itu!” Tiba-tiba saja ia dikagetkan dengan jatuhnya buah kenari di kepalanya. Langsung ia meloncat dan berteriak, “Allah adil….. Allah adil, Dia bijak, Haleluya !!!” “Coba bayangkan seandainya yang jatuh ke kepala saya adalah buah labu dan bukan buah kenari, wah jadi apa kepala saya ?” katanya dengan nada menyesal.

    Setiap insan manusia memiliki harapan akan suatu keadilan. Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dicegah dan dilawan. Kondisi demikian yang Pemazmur perlihatkan dan nyatakan bahwa “Tuhan adalah adil” (ay. 7a). Pemazmur  percaya bahwa perhatian Tuhan pada dirinya adalah sebuah manifestasi Allah dalam tindakan-Nya mengasihi keadilan dan pengetahuan-Nya mengenai keadilan manusia yang juga keadilan diri-Nya. Ada hubungan yang terbentuk antara Tuhan dan manusia yang membentuk dasar dari kehidupan manusia itu sendiri sehinga ia mengetahui makna dan tujuan hidupnya.

    Hidup ini penuh dengan pertanyaan. Mengapa orang yang tidak bersalah menderita? Mengapa orang yang baik kehilangan pekerjaan mereka? Mengapa orang yang baik bisa sakit? Daftar ini benar-benar tak ada habisnya. Mungkin frustasi terbesar dalam hidup adalah “Mengapa?” Mengapa hal ini harus terjadi padaku? Apalagi sekarang! Dimanakah keadilan itu? Kondisi ini menggoyahkan iman percaya kita kepada Tuhan Allah. Namun, Allah tidak pernah sebenarnya meninggalkan kita, Ia setia dan Mahatahu untuk apa yang kita diperlukan dalam hidup. Pertanyaan “Mengapa” kita ganti menjadi “Jadilah”,  jadilah kehendak-Mu dalam hidup kita. Pemazmur ketika ditengah kemudahan, kenyamanan dan kesulitan sekalipun, ia tetap memilih menjalaninya dengan tetap percaya pada keadilan Allah.
DOA :     Ya Tuhan Allah, Engkau adil dan bijaksana, Engkau tahu yang terbaik untuk hidupku, bimbinglah dan arahkanlah hidupku seturut dengan kehendak-Mu. Amin

Kata-Kata Bijak :
Mencintai keadilan; Mencintai Allah.
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail. Web. infokom@gkpi.or.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Ojak Lubis 26 Okt
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Lembaga - Non Lembaga -Tugas Belajar - Diperbantukan dll
Koordinator Wilayah Wilayah I (Medan I, Langkat)
Wilayah II (Medan II, Deliserdang) Wilayah III (Simalungun- Tebing Tinggi Sergei)
Wilayah IV (Dairi- Tanah Karo) Wilayah V (Asahan, Labuhan Batu)
Wilayah VI (Silindung, Pahae, Tapsel, Tapteng) Wilayah VII (Humbang, Samosir, Toba)
Wilayah IX (Riau Utara, Riau Selatan) Wilayah VIII (Sumatera Bagian Selatan)
Wilayah X (Kepulauan Riau) Wilayah XI (Jabodetabek, Jawa-Kalimantan)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
17 Okt 2016
Dan dia menjadi damai sejahtera. Apabila Asyur masuk ke negeri kita dan apabila ia menginjak tanah kita, maka kita akan membangkitkan melawan dia tujuh gembala, bahkan delapan pemimpin manusia. (Mikha 5:4).
16 Okt 2016
Lalu kata orang itu: “Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tetapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kejadian 32:28)
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2017 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.