Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Renungan - Gereja Kristen Protestan Indonesia
15 Jun 2013
“Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.” (1 Raja-raja 17:19)
Jika kita jujur merenungkan hidup kita, ternyata terlalu banyak hal yang tidak kita mengerti dalam hidup ini. Kadang-kadang kesusahan datang tanpa sebab. Belum lagi jika yang satu belum selesai, datang lagi masalah yang lain. Entah bagaimana, memang hidup sulit diramal. Suatu ketika kita bahagia, tapi di sisi lain kita merasa kekurangan. Di suatu masa kita berkecukupan, tapi tiba-tiba ekonomi bisa menjadi anjlok. Apa yang terlihat dalam hidup ini memang menjadikannya begitu misterius, tak bisa diprediksi, apalagi dipastikan.

    Suatu hari, saat masa kekeringan, Elia, hamba Tuhan itu pergi ke Sarfat. Di daerah itu, ada seorang janda dan anaknya yang hidup miskin. Sementara persediaan makanan mereka hanya tinggal satu kali makan, Elia malah meminta makanan. Awalnya sang janda enggan, tapi Elia meyakinkannya bahwa tepung dan minyak yang dipunyai janda tersebut tidak akan habis. Benarlah! Hidup Elia, si janda, dan anaknya dipeliharakan oleh Tuhan. Cerita tidak berhenti di situ. Elia pun menumpang di rumah janda itu. Pada saat itu, anak janda itu pun jatuh sakit sampai tidak ada nafasnya lagi atau mati. Begitu kalutnya sang janda. Sebelumnya dia senang karena persediaan makanannya tidak habis, tapi kini menjadi sedih karena anaknya mati. Dia malah mempertanyakan kehadiran Elia sebagai penyebab kematian anaknya. Dia sedih, kalut dan hancur. Dia tak dapat berpikir jernih. Dia mulai mempersalahkan Elia. Dia mulai menyesali penerimaannya atas Elia. Dia tidak belajar dari pemeliharaan Allah sebelumnya atas hidupnya. Tapi, Elia mengambil anak itu, berdoa pada Allah sehingga akhirnya Allah menghidupkan kembali sang anak. Cerita ini diakhiri dengan pengakuan imani sang janda atas firman Tuhan.

    Jika dibandingkan secara prinsipil, barangkali hidup kita seperti si janda tersebut. Kita pernah kekurangan, miskin, penyakitan, pokoknya hidup serba menderita. Masalah demi masalah datang bertubi-tubi. Di saat itu, Tuhan menolong kita. Tapi, di saat penderitaan yang lain muncul di waktu berikutnya, kita malah meragukan Tuhan. Kita mempertanyakan keadilan Tuhan, bahkan tak jarang menyesali hidup kita di hadapanNya. Memang kita sering menilai sesuatu hal dari hal-hal yang terlihat saja. Sehingga kita tidak belajar tentang apa maksud Tuhan di balik setiap peristiwa kehidupan ini. Kita hanya mampu memandang yang terlihat saja, tanpa mau belajar dari masa lalu dimana Tuhan telah menyertai kita. Kita tak mau belajar dari maksud Tuhan yang terdalam melalui segala kesakitan dan penderitaan hidup. Jika ini terjadi, akhirnya keraguanlah yang timbul, bukan kepercayaan dan pengharapan. Belajar dari sang janda dari Sarfat ini, kita ditolong untuk menghayati maksud Tuhan dari segala sesuatu yang terjadi dalam hidup ini. Kita bisa terus belajar percaya padaNya dan mulai memandang bagian yang tidak terlihat dari yang kelihatan, yaitu maksud Tuhan yang besar.Amin.
DOA: Ya Bapa, mampukanlah kami untuk menghayati maksudMu dalam setiap perjalanan hidup kami. Amin.

POKOK PIKIRAN:
Di balik peristiwa yang terjadi selalu ada maksud Tuhan yang berharga bagi kita.
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail. Web. infokom@gkpi.or.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Wilayah Medan I
Wilayah Siantar Simalungun Wilayah Asahan
Wilayah Tanah Karo/Alas Wilayah Dairi
Wilayah Samosir Wilayah Toba
Wilayah Humbang Wilayah Silindung
Wilayah Tapanuli Tengah Wilayah Sumatra Bagian Selatan
Wilayah Riau Utara Wilayah Jabotabek
Wilayah Jawa Kalimantan Wilayah Deli Serdang
Wilayah Labuhan Batu Wilayah Kepulauan Riau
Wilayah Pahae Wilayah Tapanuli Selatan
Wilayah Langkat Wilayah Medan II
Wilayah Tebing Tinggi Wilayah Riau Selatan
Lembaga
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
VIDEO PS.EKKLESIA GKPI SALAK KOTA
Seksi Pria GKPI Jemaat Pondok Timur, Resort Bekasi
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
Vitor Hutabarat dalam acara Penahbisan Pendeta dan Evangelish di GKPI Air Bersih tgl 6 Mei
Vocal Group Pria GKPI Resort Teladan
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Paduan Suara Asa Taruli sie Perempuan GKPI Tangerang
Gita Sorga Bergema - Paduan Suara GKPI Tangerang
Renungan Hari Ini
28 Jul 2014
“Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah. Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya." (Ibrani 4 : 9 – 10)
27 Jul 2014
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma  8: 28).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2014 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.