Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Renungan - Gereja Kristen Protestan Indonesia
11 Jun 2013
“Homatilah janda-janda yang benar-benar janda” (1 Timotius 5:3)
    Dalam pengertian umum dan juga paling tepat, seorang janda adalah seseorang yang ditinggal mati oleh suaminya, entah dia punya anak ataupun tidak. Saya mengenal seorang janda yang begitu mengasihi almarhum suaminya. Dulu dia menghadapi kehidupan ini bersama suaminya, kini dia tinggal sendiri. Dulu dia makan bersama suami, kini harus tanpa suaminya. Dulu dia pergi ke gereja bersama suaminya, kini tak lagi. Paling-paling, kini bersama anaknya. Tentu saja ada perasaan kehilangan, kesendirian dan tak jarang menimbulkan kesedihan mendalam. Saat mengenang suaminya, sang janda bisa menangis, kalut dan bahkan merasa terluka, terutama saat masa-masa awal kepergian sang suami. Saya merenung bahwa seorang janda punya sisi-sisi kesedihan.

    Dalam Alkitab sendiri, janda memang disebut-sebut sebagai orang yang perlu untuk diperhatikan. Pertama-tama karena secara sosial dia membutuhkan teman-teman seiman yang mendukungnya, juga karena secara ekonomi sering dikategorikan sebagai orang yang tak punya. Dalam teks ini Paulus mengingatkan Timotius, anak rohaninya, untuk menghormati janda-janda, secara yang benar-benar janda. Maksud Paulus sebenarnya telah terdapat dalam ayat 5 bahwa yang benar-benar janda yaitu janda yang ditinggalkan seorang diri, tidak punya anak, apalagi cucu. Paulus berpesan supaya para janda tersebut didaftar dan dibantu oleh jemaat (ayat 16). Kalau janda tersebut mempunyai keluarga, maka keluarga tersebut bertanggung jawab untuk membantunya sehingga tidak menjadi beban bagi jemaat. Jemaat memang punya tanggung jawab menghormati dan membantu para janda tersebut. Tetapi para janda pun sebenarnya punya tanggung jawab untuk hidup tidak bercela, menaruh harapan pada Allah dan bertekun dalam doa siang dan malam.

      Menyandang status janda tentu saja bukanlah hal yang menyenangkan, kalau dikaitkan dengan kesendirian, kesepian dan kenangan indah masa lalu yang terngiang menimbulkan kesedihan. Tapi tentu saja, hidup ini tidaklah menjanjikan orang yang dikasihi tidak akan diambil oleh Tuhan. Bisa saja mereka itu suami atau isteri kita. Nah, jika orang yang ditinggal pergi tersebut adalah orang lain, salah seorang dari jemaat kita, atau tetangga kita, maka kita punya kewajiban untuk menghormati mereka. Mereka membutuhkan teman yang bisa mengisi kesendirian mereka. Anak-anak Tuhan kiranya menghargai orang-orang seperti itu, dengan menghibur, membantu, menguatkan, menemani dan meneguhkan mereka.Amin.

DOA: Ya Bapa, ajarlah kami untuk menghargai para janda dan orang-orang yang ditinggal pergi orang yang dikasihinya. Kiranya kami hadir membawa cinta kasihMu yang melipurkan lara dan membangkitkan semangat hidup. Dalam Yesus. Amin.

POKOK PIKIRAN:
Membawa cinta kasih Allah kepada para janda adalah pekerjaan mulia.

Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail. Web. infokom@gkpi.or.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Wilayah Jabodetabek
Wilayah Medan I Wilayah Siantar Simalungun
Wilayah Asahan Wilayah Tanah Karo/Alas
Wilayah Dairi Wilayah Samosir
Wilayah Toba Wilayah Humbang
Wilayah Silindung Wilayah Tapanuli Tengah
Wilayah Sumatra Bagian Selatan Wilayah Riau Utara
Wilayah Jawa Kalimantan Wilayah Deli Serdang
Wilayah Labuhan Batu Wilayah Kepulauan Riau
Wilayah Pahae Wilayah Tapanuli Selatan
Wilayah Langkat Wilayah Medan II
Wilayah Tebing Tinggi Wilayah Riau Selatan
Lembaga
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
VIDEO PS.EKKLESIA GKPI SALAK KOTA
Seksi Pria GKPI Jemaat Pondok Timur, Resort Bekasi
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
Vitor Hutabarat dalam acara Penahbisan Pendeta dan Evangelish di GKPI Air Bersih tgl 6 Mei
Vocal Group Pria GKPI Resort Teladan
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Paduan Suara Asa Taruli sie Perempuan GKPI Tangerang
Gita Sorga Bergema - Paduan Suara GKPI Tangerang
Renungan Hari Ini
30 Nov 2014
Tetapi sekarang, ya Tuhan, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu. (Yes. 64:8).
29 Nov 2014
“Dan aku akan memagari kota ini untuk menyelamatkannya, oleh karena Aku dan oleh karena Daud, hamba-Ku.” (2 Raja 19:34).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2014 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.