Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Isi Artikel Publikasi Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
04 Okt 2011 - By. Pdt.Walsen.SM.Napitu. STh.MA.
MOTIVASI PELAYANAN

1. Pendahuluan
Ketika kita menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita secara pribadi, pada saat itu juga sebenarnya kita berkomitmen untuk menjadi hamba kebenaran, yaitu menyerahkan tubuh kita menjadi persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada Allah (Gal. 5:13; Roma 6:18; 12:1). Itu berarti kita harus memiliki motivasi yang benar untuk melayani.

2. Makna Pelayanan menurut Alkitab

Secara etimologi, kata “pelayanan” memiliki makna yang amat kompleks. Dalam bahasa Yunani digunakan beberapa istilah, yaitu:
1. δουλοω (douloõ) – melayani sebagai hamba (budak!). Pada zaman PB, seorang budak dapat dibeli atau dijual sebagai komoditi. David Watson menyatakan: “Seorang budak adalah seorang yang sama sekali tidak memiliki kepentingan diri sendiri. Dalam ketaatan penuh kerendahan hati ia hanya bisa berkata dan bertindak atas nama tuannya. Dalam hal ini tuannya berbicara dan bertindak melalui dia”. Benar-benar tak berdaya. Sebagai orang percaya, kita sekalian adalah orang-orang yang telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba (doulos) kebenaran (Roma 6:18), menjadi hamba Allah (Roma 6:22).

2. διακονεω (diakoneõ) – melayani sebagai pelayan dapur, yang menantikan perintah di sekitar meja makan (Mat. 8:15; Efs. 4:12). Ini bukan pekerjaan yang menyenangkan, karena seringkali ia akan menerima dampratan dari orang yang merasa kurang puas dilayani. Dalam arti luas kata ini menyatakan seseorang yang memperhatikan kebutuhan orang lain, kemudian berupaya untuk dapat menolong memenuhi kebutuhan itu. Orang bisa saja bekerja sebagai budak (doulos) dan tidak menolong seorangpun; tetapi jika ia seorang diakonos, ia berkaitan erat dengan upaya menolong orang lain (Luk 22:27; Yoh. 12:26; ! Tim. 3:13)

3. υπηρετης (hypérètés) – melayani sebagai bawahan terhadap atasannya. Duane Dunham menyatakan bahwa seorang hyperetes adalah seorang yang segera memberi-kan tanggapan dan tidak banyak tanya tentang tugas yang dipercayakan kepadanya. Dalam bidang pelayan ia adalah seorang kelasi kapal. Dalam Kisah 24:13 kita melihat sahabat-sahabat Paulus bertindak selaku hypérètés terhadap Paulus, yaitu menolong hamba Tuhan lain agar pelayanan-nya menjadi lebih efektif.

4. λιτουργικος (litourgikos) – melayani orang lain di depan publik (Kisah 13:2). Pelayanan ini dilakukan kepada sejumlah orang pada saat yang bersamaan, sehingga harus direncanakan dan terus ditingkatkan
Jadi setiap pelayan Tuhan adalah: seorang hamba (budak) Kristus (doulos), seorang pelayan yang selalu rindu menolong orang lain dalam memenuhi kebutuhannya (diakonos), seorang yang tidak diperhitungkan namun pelayanannya amat dibutuhkan (hypérètés), seorang yang disorot oleh banyak orang (litourgikos).

3. Obyek Pelayanan
Siapakah yang kita layani? Sebagai pelayan Tuhan, kita harus sadar bahwa kita melayani TUHAN, Allah Pencipta langit dan bumi. Nabi Elia, misalnya, selalu menyatakan “Demi TUHAN yang kulayani” ketika ia menyampaikan firman TUHAN kepada umat-Nya (1 Raja 17:1; 18:15). Rasul Paulus pun menyatakan hal yang sama (Roma 1:9). Berikutnya, dalam melayani TUHAN itu kita juga melayani saudara seiman dan sesama. Itu berarti bahwa memahami kebutuhan manusia dibutuhkan dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kita.

4. Tujuan Pelayanan
Tujuan pelayanan yang kita lakukan adalah untuk menggenapi rencana Allah bagi seluruh umat manusia dan untuk memuliakan nama-Nya. Apa pun yang kita katakan atau lakukan adalah demi nama Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya, termasuk sebagai usher dan kolektan (Kol. 3:17).

5. Dasar Dan Motivasi Pelayanan

5.1. Motivasi Umum

Setiap kali seseorang melakukan sesuatu, ia pasti memiliki suatu dorongan tertentu untuk mau melakukan hal itu. Dorongan itu disebut motivasi. Jadi motivasi adalah “daya gerak yang mencakup dorongan, alasan, dan kemauan yang timbul dalam diri seseorang yang menyebabkan dia berbuat sesuatu.” Banyak hal yang bisa dijadikan dasar dan motivasi dalam melayani, tetapi hanya ada dua hal penting yang membuat seseorang dapat tetap bertahan dalam pelayanan Pada umumnya dikenal 3 (tiga) bentuk motivasi.

1. Motivasi Ketakutan (Fear Motivation), yaitu motivasi karena adanya rasa takut. Orang mau melakukan sesuatu karena takut akan adanya paksaan atau tekanan dari berbagai pihak. Ia takut akan akibatnya jika ia tidak melakukan hal itu.

2. Motivasi Imbalan (Incentive Motivation), yaitu motivasi karena adanya imbalan (intensif). Imbalan ini bisa berupa pujian, prestise, promosi atau penghargaan.

3. Motivasi Sikap (Attitude Motivation), yaitu motivasi yang berhubungan erat dengan tujuan-tujuan yang bersifat pribadi, bukan dari luar. Bentuk ini juga disebut Motivasi Diri (Self Motivation).

Dalam bukunya yang berjudul Master Builders, Bob Gordon menyatakan bahwa pada umumnya dalam melakukan sesuatu kita, orang-orang Kristen dimotivasi oleh hal-hal berikut :
Negatif, Netral, Positif

5.2. Sumber Motivasi
Darimana motivasi itu timbul? Pada umumnya ada tiga sumber motivasi :
1. Biogenesis – yaitu keberadaan orang itu sendiri. Sejak awal orang seperti ini memang sudah aktif dan agresif. Ia mampu membangun motivasi diri dengan baik. Orang seperti ini memiliki prinsip hidup yang amat kuat, dan rasa percaya diri yang amat besar.
2. Sosiogenetis – yaitu lingkungan sekitar. Seorang anak akan makan lebih banyak jika ia diletakkan di tengah-tengah lingkungan orang lain yang juga sedang makan dengan lahapnya. Orang yang tidak mampu berbahasa Inggris “dipaksa” untuk bisa mengguna-kan bahasa itu jika ia diterjunkan di tengah lingkungan yang berbahasa Inggris.
3. Teogenesis – yaitu dari Tuhan, sifatnya supranatural. Contoh yang sangat jelas adalah motivasi Rasul Paulus dalam memberitakan Injil (Kisah 26:19)

5.3. Motivasi Alkitabiah
Setelah kita memahami hakekat pelayanan, pertanyaan berikutnya adalah “apa yang bisa membuat seseorang mau melayani?” Saya melihat setidaknya ada 5 (lima) hal yang dapat memotivasi kita melayani Tuhan.
1. Motivasi Ketaatan, yaitu ketaatan untuk melakukan perintah Tuhan yang meme-rintahkan kita agar melayani Tuhan dan sesama, yaitu membuat orang yang kita layani semakin mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan (Mat. 22:37-39).
2. Motivasi Kasih, yaitu kasih akan sesama seperti yang dimiliki oleh Tuhan Yesus sendiri ketika Ia melihat orang banyak “lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala” (Mat. 9:36), terlebiih kepada mereka yang masih terhilang dalam dosa. Setiap jiwa amat berharga di hadapan Allah.
3. Motivasi Keteladanan, yaitu kerinduan meneladani apa yang Tuhan Yesus lakukan saat Ia berkata bahwa Ia datang untuk melayani (Mrk. 10:45). Bahkan Ia mengatakan bahwa kita dimampukan melakukan pekerjaan yang lebih besar dari yang dilakukan-Nya (Yoh. 14:12).
4. Motivasi Regeneratif, yaitu melihat ke depan, dimana masa depan gereja dan kekristenan ada di tangan orang-orang yang kita layani sekarang. Kita harus menghasil-kan keturunan ilahi (Mal. 2:15), serta mewariskan iman yang hidup itu kepada generasi yang kemudian (2 Tim. 1:5).
5. Motivasi Eskhatologis, yaitu melakukan tindakan preventif agar mereka tidak menjadi generasi yang rusak, sebagaimana yang diingatkan oleh Rasul Paulus tentang kondisi zaman akhir (2 Tim. 3:1-5).
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail. Web. infokom@gkpi.or.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Wilayah Medan I
Wilayah Siantar Simalungun Wilayah Asahan
Wilayah Tanah Karo/Alas Wilayah Dairi
Wilayah Samosir Wilayah Toba
Wilayah Humbang Wilayah Silindung
Wilayah Tapanuli Tengah Wilayah Sumatra Bagian Selatan
Wilayah Riau Utara Wilayah Jabotabek
Wilayah Jawa Kalimantan Wilayah Deli Serdang
Wilayah Labuhan Batu Wilayah Kepulauan Riau
Wilayah Pahae Wilayah Tapanuli Selatan
Wilayah Langkat Wilayah Medan II
Wilayah Tebing Tinggi Wilayah Riau Selatan
Lembaga
Video Galleri - GKPI
Seksi Pria GKPI Jemaat Pondok Timur, Resort Bekasi
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
Vitor Hutabarat dalam acara Penahbisan Pendeta dan Evangelish di GKPI Air Bersih tgl 6 Mei
Vocal Group Pria GKPI Resort Teladan
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Paduan Suara Asa Taruli sie Perempuan GKPI Tangerang
Gita Sorga Bergema - Paduan Suara GKPI Tangerang
Renungan Hari Ini
22 Apr 2014
Sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar. (2 Timotius 2:24)
21 Apr 2014
Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku." (Yohanes 21:15).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2014 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.