Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Bab IV PEMBINAAN WARGA GKPI MENJADI WARGA NEGARA YANG BERTANGGUNGJAWAB - Gereja Kristen Protestan Indonesia
1.    Pengertian
1.1.    GKPI menyadari kehadirannya dan tugas panggilannya di tengah-tengah bangsa dan negara Indonesia yang sedang mengalami dan menjalankan Reformasi di segala bidang kehidupan. Sebagai bagian dari bangsa dan negara ini, GKPI bersama dengan gereja-gereja lain akan berpartisipasi aktif dalam reformasi nasional berdasarkan tugas panggilannya yang bersumber pada Injil Yesus Kristus.

1.2.    Sebagaimana diamanatkan dalam salah satu dokumen dalam Dokumen Keesaan Gereja (DKG) yang dirumuskan PGI, yaitu Pokok-pokok Tugas Panggilan Bersama (PTPB) 2009-2014 GKPI bersama dengan gereja-gereja lain melanjutkan keterlibatan dan tanggungjawabnya dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat secara positif, kritis, kreatif dan realistis dalam reformasi pembangunan nasional. Positif artinya terbuka terhadap yang baik; kritis artinya melihat dan menilai segala sesuatu dalam terang Firman Tuhan, berani menyatakan ya atas yang benar dan tidak atas yang salah (bnd. Mat. 5:37 dan Yak. 5:12); kreatif artinya dalam kuat kuasa Roh Kudus menggantikan yang lama dan yang tak berguna dengan yang baru, atau menambahkan yang baru kepada yang sudah ada; dan realistis artinya sadar akan waktu dan batas-batas kenyataan dan tidak terbawa oleh impian kosong.

1.3.    Salah satu bentuk partisipasi aktif dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat itu, sebagaimana diamanatkan dalam TG-GKPI, adalah membimbing warga GKPI agar menjadi warga negara yang baik dan bertanggungjawab kepada Tuhan dan kepada Negara, dengan ikut mengusahakan dan memelihara keutuhan, kesatuan dan persatuan di dalam Negara Republik Indonesia, demikian juga kedamaian dan kerukunan di antara bangsa-bangsa di dunia.

2.    Tujuan
2.1.    GKPI bersama gereja-gereja lain di Indonesia berpartisipasi dalam gerakan reformasi nasional dengan tujuan agar dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara Pancasila yang sedang melaksanakan reformasi itu terjadi pembaruan yang menyeluruh dan mendasar, dan di tengah-tengahnya didirikan tanda-tanda Kerajaan Allah, yaitu terciptanya keadilan, kebebasan, persaudaraan, perdamaian, dan kemanusiaan yang beradab, menuju terwujudnya masyarakat yang berkeadaban (civil society), sebagaimana dikehendaki oleh Tuhan untuk dunia ini.

2.2.    GKPI bersama gereja-gereja di Indonesia membina dan membimbing warganya menjadi warga negara yang baik dan bertanggungjawab, dengan tujuan agar kehadiran gereja di Indonesia menjadi nyata sebagai bagian integral dari bangsa dan negara ini, dan agar warganya menyadari bahwa di samping sebagai warga Kerajaan Allah mereka juga merupakan warga negara yang sepenuhnya ikut bertanggungjawab dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan negara ini di dalam kehidupan masa kini dan masa depan.

3.    Bentuk dan sarana pembinaan warga negara yang bertanggungjawab
3.1.    Pelaksanaan ketiga fungsi utama Gereja yang sudah diuraikan pada bab II, yaitu Apostolat, Pastorat dan Diakonat, pada dasarnya telah mencakup berbagai bentuk dan sarana pembinaan warga GKPI agar menjadi warganegara yang baik dan bertanggungjawab; antara lain: peribadahan, pemberitaan Firman Tuhan, pekabaran Injil, pembinaan pelayan dan warga gereja, penggembalaan, penegakan ajaran yang benar, pelayanan kasih, dan pengembangan masyarakat.

3.2.    Di samping hal-hal tersebut, salah satu bentuk keterlibatan GKPI dalam gerakan reformasi atau pembaruan kehidupan nasional, khususnya dalam rangka pencerdasan bangsa dan masyarakat serta pembinaan warga negara yang baik dan bertanggungjawab, adalah menyelenggarakan Pendidikan Umum.
3.2.1.    Pendidikan Umum diselenggarakan dalam wujud sekolah-sekolah umum dan kejuruan, mulai dari Taman Kanak-kanak hingga Sekolah Menengah Tingkat Atas (SMTA), yang terbuka bagi seluruh warga masyarakat, sambil tetap menjaga dan memelihara jatidiri pendidikan Kristen. Dalam hal ini perlu diperhitungkan kebutuhan masyarakat setempat, agar sekolah-sekolah itu tidak sampai mubazir. Yang diutamakan adalah pendidikan yang berkualitas, berdasarkan  prinsip-prinsip pendidikan umum maupun pendidikan Kristen, sekaligus berpedoman pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional no 2 tahun 1989.

3.2.2.    Sekolah-sekolah dibuka dan dikelola jemaat-jemaat melalui Badan Persekolahan/Perguruan GKPI setempat, dan secara keseluruhan dihimpun di dalam Yayasan Perguruan GKPI, sehingga seluruh sekolah/perguruan GKPI bernaung di bawah satu atap. Selanjutnya Yayasan Perguruan GKPI berhimpun dalam Majelis Pendidikan Kristen (MPK) dan Majelis Pendidikan Kristen (MPK), sebagai wadah bersama untuk mengupayakan peningkatan kualitas maupun memperjuangkan eksistensi Pendidikan Kristen di Indonesia, sebagaimana dijamin di dalam Garis-garis Besar Haluan Negara R.I. dan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional.

3.2.3.    Di dalam dan melalui sekolah-sekolah yang diselenggarakan GKPI dipersiapkanlah generasi penerus bangsa yang berwawasan kebangsaan, berdisiplin, terampil, dan menguasai dasar-dasar ilmu pengetahuan dan teknologi modern, sesuai dengan kebutuhan bangsa dan negara yang sedang melakukan refformasi dan memasuki era industrialisasi, modernisasi dan globalisasi, sambil tetap berpegang teguh pada dasar-dasar iman kristianinya.

3.2.4.    Agar maksud dan cita-cita luhur di bidang pendidikan itu terwujud, dengan mengingat prinsip yang dikemukakan pada butir-butir di atas, seluruh pelayan dan warga GKPI di semua aras, dari aras Jemaat hingga Pusat, hendaknya memberi perhatian besar kepada bidang pendidikan umum ini; antara lain dengan mendirikan sekolah-sekolah yang baru, meningkatkan mutu sekolah-sekolah yang sudah ada (termasuk guru-gurunya), dan mendorong anak-anak GKPI belajar di sekolah-sekolah yang didirikan GKPI.

3.3.    GKPI juga bertanggungjawab membina warganya menjadi warganegara yang bertanggungjawab dengan cara mendorong warganya mendoakan pemerintah agar tetap menjalankan pemerintahan dengan jujur dan takut akan Tuhan, membayar pajak, menjalankan fungsi kenabian dengan a.l. mengingatkan aparat pemerintah agar bekerja dengan jujur dan bertindak adil demi kepentingan masyarakat luas, serta menjaga ketertiban dan menaati hukum. Untuk itu GKPI di dalam program-programnya (termasuk dalam kurikulum Katekisasi) akan memberi perhatian pada penyuluhan hukum dan pendidikan kewarga-negaraan.

3.4.    Dalam rangka penyuluhan hukum dan pendidikan kewarga-negaraan tersebut, dan belajar dari pengalaman tentang hubungan gereja dan negara yang rumit dalam tahun-tahun terakhir ini, GKPI juga menyelenggarakan pendidikan politik, yaitu menyelenggarakan kegiatan yang membekali warga GKPI tentang seluk-beluk hak serta kewajiban dan tanggungjawabnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Di dalamnya antara lain tercakup pemahaman tentang Dasar negara, Undang-Undang Dasar, Lembaga-lembaga Kenegaraan, Pemilihan Umum, Partai Politik, Hak-hak Asasi Manusia, berbagai Peraturan Pemerintah di bidang Keagamaan, dsb. Dengan demikian warga GKPI tidak buta politik dan tidak menjadi sasaran atau korban permainan politik pihak tertentu. Melalui pendidikan politik ini warga GKPI juga disiapkan untuk ikut berkiprah di bidang politik sebagai orang Kristen Indonesia yang sadar akan hak dan tanggungjawabnya.

3.5.    Pendidikan kewarga-negaraan dan pendidikan politik itu juga membekali warga GKPI dalam berhubungan dan berinteraksi dengan umat beragama dan berkebudayaan lain. Kepada warga GKPI ditanamkan kesadaran bahwa kita hidup dalam negara dan di tengah bangsa yang majemuk dalam banyak hal: agama, kebudayaan (termasuk adat dan bahasa), gaya hidup, dsb., sehingga di satu sisi warga GKPI dapat menjalin hubungan baik dan memelihara kerukunan dengan sesama warga masyarakat dan bangsa Indonesia, dan di sisi lain tetap menjaga dan memelihara jatidirinya sebagai bagian dari umat yang beriman kepada Tuhan Yesus Kristus yang terus menerus terpanggil untuk bersaksi dan melayani sebagaimana diamanatkan oleh Injil Kristus (bnd. Bab II butir 2.2. di atas).

Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail. Web. infokom@gkpi.or.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Wilayah Jabodetabek
Wilayah Medan I Wilayah Siantar Simalungun
Wilayah Asahan Wilayah Tanah Karo/Alas
Wilayah Dairi Wilayah Samosir
Wilayah Toba Wilayah Humbang
Wilayah Silindung Wilayah Tapanuli Tengah
Wilayah Sumatra Bagian Selatan Wilayah Riau Utara
Wilayah Jawa Kalimantan Wilayah Deli Serdang
Wilayah Labuhan Batu Wilayah Kepulauan Riau
Wilayah Pahae Wilayah Tapanuli Selatan
Wilayah Langkat Wilayah Medan II
Wilayah Tebing Tinggi Wilayah Riau Selatan
Lembaga
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
VIDEO PS.EKKLESIA GKPI SALAK KOTA
Seksi Pria GKPI Jemaat Pondok Timur, Resort Bekasi
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
Vitor Hutabarat dalam acara Penahbisan Pendeta dan Evangelish di GKPI Air Bersih tgl 6 Mei
Vocal Group Pria GKPI Resort Teladan
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Paduan Suara Asa Taruli sie Perempuan GKPI Tangerang
Gita Sorga Bergema - Paduan Suara GKPI Tangerang
Renungan Hari Ini
05 Sep 2014
Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari. (Matius 6:34).
04 Sep 2014
Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. (Yohanes 12:47).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2014 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.