Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
05 Mar 2013
Adalah perubahan UU Pemilu, dari pemilihan perwakilan kepada pemilihan langsung, telah membuat semua penduduk/ warga negara terlibat dalam politik  Pilgub/Pilkada. Adapun warga negara yang terlibat dalam pemilihan itu adalah masyarakat yang majemuk, dalam suku, adat budaya, ras dan agama. Dalam pada itu, fakta memperlihatkan bahwa dalam proses pemilihan Pilgub yang berlangsung dewasa ini, peran mesin politik partai tidak berjalan kecuali dalam pemberian tiket kepada seseorang/pasangannya untuk menjadi calon (cagub/cabup/cawalkot).
Maka dalam proses pilgub/pilkada yang berlangsung kini semakin terasa pelibatan dan keterlibatan dari organisasi-organisasi ke masyarakatan, termasuk institusi agama-agama. Dalam hal demikian rasanya perlu untuk membicarakan hubungan agama dan politik (pilgub). Dalam hal ini penulis lebih menyoroti institusi agama Kristen, Gereja.

Trias Kuhcahyono atas perjalanan jurnalistiknya mengitari Yerusalem dan Palestina, yang ia tuliskan dalam bukunya Yerusalem 33. Sesungguhnya, isinya bukan sekedar torehan perjalanan jurnalistik, tetapi perjalanan analisis sejarah purba dan modern, dan juga perjalanan rohani. Lebih dari itu, perjalanan pergumulan politik di sepanjang perjalanan itu, ada satu pertanyaan yang selalu terselib dalam analisisi dan perenungannya: Mengapa di Yerusalem (= Kota Damai) yang adalah kota para nabi, para rasul, kota penyembahan, kota Bait suci agama-agama, tidak terdapat kedamaian? Refleksi dari analisis dan perenungannya (terutama tentang peristiwa Yerusalem tahun 33 ketika Yesus dan keadilan serta kebenaran dibunuh/disalibkan) menyebutkan: karena para pemimpin agama berkonspirasi dengan para penguasa. Begitu pun, ternyata keadilan dan pendamaian tidak bisa dimatikan oleh konspirasi agama dan penguasa itu; namun keadilan dan pendamaian itu masih diperjuangkan oleh orang-orang yang mencintainya sepanjang sejarah.

Refleksi itu dapat dijadikan menjadi salah satu parameter mencermati berbagai pemilihan kepala negara dan kepala daerah yang terjadi di Indonesia, dan juga di negara-negara lain. Berapa banyak para calon yang mempergunakan label-label agama menjadi pemenang/terpilih? Fakta terkini yang terang benderang dan masih menggema ke seantero nusantara adalah pemilihan Gubernur DKI Jaya, Jokowi. Kalau demikian adanya, tidak selayaknya lagi para calon dan pemilih menggunakan isu-isu agama (dan isu-isu primordial lainnya) menjadi perekat dalam mendulang suara. Jika itu yang dipergunakan, hampir dapat dipastikan sedikitnya delapan puluh lima persen – mereka tinggal menunggu waktu diumumkannya kekalahan mereka?.

Jika demikian apakah agama (=gereja) tidak berperan dalam politik pilgub/pilkada? Jelas, bahwa gereja harus terlibat dalam politik, karena gereja – baik sebagai institusi dan sebagai pribadi pemilik hak suara – adalah bahagian dari bangsa dan masyarakat Indonesia yang terlibat dan harus melibatkan diri dalam politik. Tetapi tidak dalam hubungan “konspirasi”. Hubungan gereja dan politik adalah hubungan kemitraan yang kritis. Disebut hubungan kemitraan, karena Alkitab menyebutkan, pemerintah dan gereja adalah berasal dari Allah. Disebut kemitraan Kritis, karena kedua institusi berada dan berfungsi berbeda, dan harus saling berjuang dan saling mengingatkan agar masing-masing menjalankan tanggungjawab dan perannya dengan benar.

    
Mengenai tugas gereja disebutkan oleh banyak nas Alkitab. Salah satu nas Alkitab (Roma 14:17) menyebutkan: sebab kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Selain kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita, ada banyak lainnya disebut sebagai perwujudan kerajaan Allah itu yang menjadi tugas gereja. Namun dari nas ini hendak diperlihatkan perbedaan antara tugas pemerintah dengan para pemimpin agama. Makanan, minuman dan kesejahteraan lainnya bagi semua orang lebih merupakan tanggungjawab pemerintah, sementara agama (gereja) adalah lebih memperjuangkan nilai-nilai moral, etik, dan spritual bagi semua orang (keadilan, damai, sukacita/pengharapan dll). Gereja perlu berpartisipasi mencerdaskan semua warga dalam peran politik itu dan mempersiapkan warga gereja yang akan terlibat dalam politik praktis (politisi).

Di tengah proses pilgubsu yang sedang berlangsung kiranya dapat dikemukakan beberapa nilai yang perlu didiskusikan dan pastikan mengenai para cagubsu yaitu
1.Kebangsaan, nasionalisme
2.Keadilan
3.Pendamaian
4.Keutuhan/keseimbangan lingkungan Alam, agraria, tata ruang (hutan dan tambang).

(dipresentasikan dalam Diskusi Panel: Pendidikan Politik Bagi Warga GKPI di  Aula Kantor Pusat tgl 18 Feb 2013)
Source: Majalah Suara GKPI Edisi Maret 2013
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Tidak Ada Pendeta Yang Ulang Tahun Pada Periode Bulan Ini Atau Bulan Depan!
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE WILAYAH I (MEDAN I, LANGKAT)
WILAYAH II (MEDAN II, DELI SERDANG) WILAYAH III (P.SIANTAR, SIMALUNGUN, TEBING TINGGI, SERGEI)
WILAYAH IV (DAIRI, TANAH KARO, ALAS, PAKPAK BARAT) WILAYAH V (ASAHAN, LABUHAN BATU)
WILAYAH VI (SILINDUNG, PAHAE, TAPSEL, TAPTENG) WILAYAH VII (HUMBANG, SAMOSIR, TOBA)
WILAYAH VIII (RIAU UTARA, RIAU SELATAN) WILAYAH IX (SUMATERA BAGIAN SELATAN)
WILAYAH X (KEPULAUAN RIAU) WILAYAH XI (JABODETABEK, JAWA, KALIMANTAN)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
21 Sep 2020
“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNyaselama Ia dekat” (Yesaya 55:6).
20 Sep 2020
“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 17:33).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2020 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.