Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
05 Mar 2013
Tahapan Pesta demokrasi lima tahunan khususnya untuk memilih pemimpin daerah provinsi – Gubernur Sumatera Utara sudah dimulai, dan akan mencapai puncaknya pada tanggal 7 Maret 2013, yang akan segera menjelang. Para kandidat sudah mengatur berbagai strategi untuk memenangkan pemilihan tersebut, mulai dari pembentukan team sukses, sosialisasi kepada konstituen, dan berbagai langkah yang sekedar  pencitraan atau yang  murni merupakan VISI-MISI  yang dimiiki untuk membangun Sumatera Utara, jika dipercaya rakyat menjadi SUMUT – 1 dan SUMUT -2.

Yang menarik adalah bagaimana kita selaku orang Kristen menyikapi dan berperan dalam memilih calon pemimpin provinsi terbesar ke-4 di Indonesia ini?
MENGENAL PROVINSI SUMATERA UTARA – PELUANG DAN TANTANGANNYA
Sumatera Utara provinsi terbesar ke-empat di Indonesia (jumlah penduduk ke – 4, terbanyak di Indonesia) atau yang terbesar di luar pulau jawa,  memang sangat strategis dan butuh perhatian serius dari para calon pemimpin. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 12,9 Juta jiwa, yang tersebar di - 33 kabupaten – kota, dengan luasan 72.981,23 km2. Sumatera Utara juga memiliki penduduk yang demikian heterogen setidaknya dengan lebih dari 7 (tujuh) suku besar yang tersebar di berbagai Kabupaten – Kota dengan 6 (enam) agama.
Provinsi yang demikian besar ini memiliki berbagai persoalan yang harus menjadi perhatian pemimpin terpilih di antaranya :

-    Permasalahan KEMISKINAN
Penduduk MISKIN di SUMUT berjumlah 1.407.200,- jiwa setara dengan 10,67 % (menurut data statistik BPS Maret tahun 2012). Jumlah ini cukup besar dengan kategori miskin adalah dengan pendapatan Rp. 262.102/ bulan di daerah pedesaan dan Rp. 286.649,-/ bulan di daerah perkotaan. Kita bisa membayangkan bagaimana hidup dengan jumlah uang tersebut di atas, sangat jauh dari hidup yang layak, baik makanan – pakaian – perumahan – giji – kesehatan dan pendidikan tentunya.

-    Permasalahan INFRASTRUKTUR
SUMUT termasuk provinsi tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa provinsi lain khusus nya dengan provinsi-provinsi di pulau Jawa. Pemerataan pembangunan tetap menjadi persoalan, tidak sebandingnya potensi SUMUT yang dihasilkan dari berbagai sumber daya seperti perkebunan dan  tambang, dengan bagi hasil yang dikembalikan pemerintah pusat, sangat menghambat percepatan pembangunan di wilayah ini. Berbagai seruan kepada pemerintah pusat oleh berbagai eleman bangsa seperti pemerintah daerah – anggota legislatif dan anggota DPD seolah angin lalu dan tidak mendapat perhatian yang serius dari pemerintah pusat (Pemerintah pusat sibuk dengan dirinya sendiri). Pembangunan bandara Kuala Namu memakan waktu yang sangat lama. Kondisi jalan antar kabupaten yang terus menjadi keluhan karena kualitas dan tambal sulamnya, tentu memperlambat jalur transportasi dan perdagangan antar kabupaten. Pemerintah pusat dan daerah hanya sebatas BERENCANA.

-    Permasalahan TATA PEMERINTAHAN dan KORUPSI
Jumlah anggaran yang terbatas untuk pembangunan SUMUT di perparah lagi dengan maraknya korupsi di provinsi ini. Beberapa kepala daerah menjadi tersangka dan bahkan sudah di bui atau juga sudah menyelesaikan masa tahan terkait dengan kasus korupsi di kabupaten dan kota. Masih segar dalam ingatan katakan saja mantan Walikota Medan Abdillah, Mantan Gubernur SUMUT – Syamsul Arifin, dan saat ini yang kasusnya dalam proses hukum adalah Mantan Bupati Simalungun, dan masih ada nama-nama lain yang sedang dalam pemeriksaan tersandung kasus korupsi. Bahkan Sumut disebutkan sebagai provinsi terkorup ke-3 di Indonesia, setelah provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Aceh, dengan kerugian negara mencapai Rp. 515 milliar sepanjang tahun 2011 (menurut data  FITRA (Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran)  yang sama juga dengan data PPATK.

Kita bisa membayangkan anggaran yang sudah terbatas dan masih dikorupsi, maka tak heran jika sangat sedikit yang terealisasi dalam pembangunan.

Cukup banyak PR bagi pemimpin yang mau melakukan pemerintahan dengan baik, bagi pemimpin yang tidak hanya menjalankan pemerintahan untuk kepentingan diri sendiri dan kelompoknya. Misal saja permasalahan pertanahan yang tidak kunjung usai di provinsi ini, permasalahan keamanan dan juga peredaran narkoba yang semakin marak. Tentunya hal tersebut di atas sangat membutuhkan pemimpin yang memiliki VISI yang jelas dan kesiapan bekerja keras, komitmen dan berkorban untuk mengentaskan berbagai persoalan dan membawa provinsi ini menjadi provinsi yang lebih baik.

BERBAGAI TANTANGAN DALAM MEMENANGKAN PEMILU
Memenangkan pemilihan di SUMUT tentulah bukan hal yang mudah. Kita tidak bisa samakan dengan pemilihan Gubernur DKI Jakarta baru-baru ini yang dianggap cukup fenomenal. DKI Jakarta hanya terdiri dari 6  Kabupaten – Kota dan mudah di capai dengan jalan darat (cukup naik mobil pribadi atau trans Jakarta) dengan menempuh waktu 1 – 2 jam untuk mencapai keberbagai kabupaten, sehingga untuk melakukan kampanye adalah hal yang relatif lebih mudah. Untuk provinsi Sumatera Utara biaya kampanye para calon sangatlah besar, bayangkan saja Provinsi Sumatera Utara dengan 33 kabupaten - kota dengan jarak tempuh (jalur darat sampai dengan 6 -7 jam bahkan lebih, jumlah penduduk juga tidak dominan dalam satu atau dua kabupaten, maka calon harus berusaha menang di banyak kabupaten/ kota. Belum lagi para konstituen yang belum matang dalam menentukan calon pilihan, belum sepenuhnya memilih calon dengan kapasitas terbaik tetapi banyak dipengaruhi faktor agama, suku dan hal-hal lainnya yang tidak berhubungan langsung dengan kapasitas calon untuk memimpin provinsi ini.

Peluang Money politics juga sangat tinggi. Para konstituen secara langsung atau tidak langsung menuntut para calon untuk “bermain uang” baik berupa bagi-bagi sembako, meminta fasilitas khusus  dan bahkan pemberian uang secara langsung kepada komunitas-komunitas tertentu. Suatu paradoks memang bagaimana rakyat “meminta” uang dari para calon, dan secara tidak langsung akan ditagih kembali oleh pemimpin ketika dia berkuasa, melalui korupsi APBD yang seharusnya diberikan kepada rakyat melalui berbagai pembangunan.

Independensi pelaksana dan pelaksanaan pemilu juga menjadi tantangan tersendiri, mulai dari panitia/ petugas TPS, pelaksanaan pecoblosan dan perhitungan suara tidak dapat dipastikan steril dari berbagai kecurangan dan interpensi dari calon-calon tertentu, yang menghalalkan kemenangan dengan cara apa pun.

SIKAP ORANG KRISTEN DALAM POLITIK DAN PEMILIHAN GUBERNUR
    Bagaimana sikap kita sebagai orang Kristen dalam menyambut PILKADA SUMUT?. Dari berbagai dialog dengan berbagai lapisan masyarakat, ditangkap bahwa tingkat pesimisme para konstituen cukup tinggi, dengan berbagai  alasan seperti, “Siapapun yang terpilih sama saja, tidak ada bedanya, SUMUT ini akan begini-bengini saja”. Atau, “ngak ada calon yang representatif, semua track record nya ngak begitu bagus atau emang kalau mereka yang memimpin SUMUT, bisa apa mereka? Jangan-jangan nanti terlibat korupsi lagi”.

Pesimisme tersebut memang beralasan jika dilihat dari gambaran-gambaran yang terjadi di provinsi ini sebelumnya. Tidak “bersihnya” pemerintah dan tidak jelasnya Grand Design provinsi ini dalam berbagai bidang, sehingga pembangunan seperti jalan di tempat dan berbagai hal pelayanan masyarakat tidak sesuai harapan rakyat.

Namun orang Kristen tidak boleh menjadi orang yang pesimis, apatis atau berpangku tangan, apalagi menjadi GOLPUT. Karena sesungguhnya jika kita golput artinya adalah kita menyetujui dan memilih calon yang menang (karena kita tidak memberikan suara bagi kandidat lain, maka kandidat ini menjadi pemenang). Artinya golput juga adalah memilih. Alkitab bisa menggambarkan dalam proses pengadilan Tuhan kita Yesus Kristus, Pilatus yang mencoba “mencuci tangan” agar tidak terlibat, sesungguhnya dia sudah memutuskan agar Yesus di salibkan, karena dengan mencuci tangan dan tidak terlibat, maka keputusan menjadi hak orang banyak (band. Mat 27:24-26).

Alkitab dalam Roma 13:4 juga mencatat bahwa pemerintah adalah hamba Allah untuk kebaikan rakyat…, walau tidak selamanya kita harus taat kepada pemerintah jika apa yang diperintahkan pemerintah bertentangan dengan kehendak Allah, maka kita harus lebih taat terhadap Allah (band. Kis 4:19).

Kita juga dapat berperan dengan memanjatkan doa bagi pelaksanaan pemilu agar berjalan LUBER (band. 1 Tim 2:1-3). Orang Kristen harus berperan baik secara langsung maupun tidak langsung dalam mengupayakan perbaikan bagi provinsi ini, salah satu diantaranya dalam memilih pemimpin yang tepat.

THINK LIKE A GOVERNOR
    Dalam akhir tulisan ini ijinkanlah saya ber-andai-andai. Setidaknya untuk menuangkan keresahan diri akan apa yang seharusnya dapat dilakukan oleh seorang Gubernur terpilih, yang diberi kepercayaan oleh rakyat dan yang di ijinkan oleh ALLAH untuk memerintah provinsi ini. Mandat dari rakyat yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Seandainya kita menjadi seorang Gubernur di SUMUT apa yang akan kita lakukan?. Menurut saya seorang Gubernur harus mampu melakukan terobosan-terobosan dengan komitmen dan konsistensi untuk mempercepat pembangunan dalam berbagai bidang agar terlepas dari berbagai masalah kemiskinan, masalah kesehatan, masalah kebodohan, keamanan dan lainnya. Langkah yang dapat dilakukan misalnya : Komit terhadap pemerintahan yang bersih (clean government). Clean government sangat dibutuhkan oleh rakyat, untuk memastikan bahwa pemerintahan layak dipercaya sehingga mendapatkan dukungan luas dari rakyat (semisal Gubernur DKI Jakarta yang baru – Bapak JOKOWI). Dukungan yang kuat dari rakyat dan Legislatif sangat diperlukan sehingga berbagai kebijakan pembangunan yang pro rakyat dapat dipercepat pelaksanaannya. Hal lainnya adalah Prioritas terhadap pembangunan Infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur tidak berdiri sendiri tetapi menjadi magnet yang dapat menarik percepatan investasi baik lokal, nasional dan bahkan internasional. Ketersediaan infrastruktur jalan yang baik misalnya akan mempercepat distribusi hasil-hasil pertanian dan perikanan suatu kabupaten ke kabupaten lainnya. Perdagangan akan bergairah sehingga pertumbuhan ekonomi membaik yang tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur lain seperti penyediaan air bersih, energy, sarana transportasi yang nyaman dan aman baik dalam kota ataupun antar kota. Mengatasi kemacetan dan banjir di kota-kota tertentu, seperti kota Medan, belum lagi sarana pendidikan dan kesehatan yang terjangkau dan dengan kualitas yang memadai. Juga penting adalah Pemberdayaan dan pemeliharaan sumber daya dengan bertanggungjawab. Sumatera Utara sangat kaya dengan berbagai sumber daya alam, misal Gas bumi, emas, aluminium. Juga potensi perkebunan dan sektor parawisata yang pengelolaan nya belumlah maksimal untuk kepentingan rakyat dan bahkan pengelolaannya tidak profesional. Potensi Danau Toba salah satu obyek parawisata terbesar di SUMUT tidak di kelola dengan bertanggungjawab bahkan ter-abaikan dan seolah menjadi “tong sampah” dengan dibanjirinya danau ini dengan berbagai sampah dari masyarakat dan industri sehingga terjadi pendangkalan di berbagai titik, yang jelas dapat mengurangi debit air danau dan perusakan kualitas air Danau Toba.

Sumatera Utara dapat berubah menjadi provinsi yang maju, sejahtera, aman dan nyaman sehingga  memberikan kebanggaan bagi penduduknya. Hal itu salah satu sangat ditentukan oleh siapa pemimpinnya dan yang menentukan pemimpin itu adalah kita semua, termasuk warga GKPI (Gereja Kristen Protestan Indonesia). Maka hak dan kewajiban kitalah memilih calon yang dapat membawa provinsi ini mencapai cita-citanya. Selamat menggunakan hak pilih pada tanggal 7 Maret 2013, dengan LANGSUNG – UMUM – BEBAS – RAHASIA, Tuhan YESUS memberkati.

(Penulis adalah anggota Majelis GKPI Pamen, Padang Bulan – Medan, Pengamat dan Praktisi Politik)
Source: Majalah Suara GKPI edisi Februari 2013
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Tidak Ada Pendeta Yang Ulang Tahun Pada Periode Bulan Ini Atau Bulan Depan!
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE WILAYAH I (MEDAN I, LANGKAT)
WILAYAH II (MEDAN II, DELI SERDANG) WILAYAH III (P.SIANTAR, SIMALUNGUN, TEBING TINGGI, SERGEI)
WILAYAH IV (DAIRI, TANAH KARO, ALAS, PAKPAK BARAT) WILAYAH V (ASAHAN, LABUHAN BATU)
WILAYAH VI (SILINDUNG, PAHAE, TAPSEL, TAPTENG) WILAYAH VII (HUMBANG, SAMOSIR, TOBA)
WILAYAH VIII (RIAU UTARA, RIAU SELATAN) WILAYAH IX (SUMATERA BAGIAN SELATAN)
WILAYAH X (KEPULAUAN RIAU) WILAYAH XI (JABODETABEK, JAWA, KALIMANTAN)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
21 Sep 2020
“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNyaselama Ia dekat” (Yesaya 55:6).
20 Sep 2020
“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 17:33).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2020 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.