Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
04 Feb 2013
Tulisan ini diinspirasi ketika suatu waktu saya sedang melakukan pelayanan sebagai nara sumber - penceramah dalam suatu acara pelayanan kaum pekerja kristen. Pemimpin ibadah cukup jeli untuk memberi kesempatan kepada jemaat yang hadir untuk memberi kesaksian dengan menyaksikan kemurahan Tuhan yang dialaminya sepanjang  tahun 2012 (ketepatan  ibadah saat itu adalah ibadah terakhir kaum pekerja kristen untuk tahun 2012).
Satu persatu jemaat menyaksikan kebaikan Tuhan dengan menceritakan berbagai berkat, penyertaan dan pertolongan Tuhan bagi pribadi dan keluarganya masing-masing dan bahkan juga pencapaian-pencapaian yang diraih sepajang tahun 2012, baik dalam hal peningkatan karier, kenaikan gaji, keberhasilan usaha,  juga keberhasilan pendidikan anak-anak bahkan juga berkat materi dan berbagai fasilitas yang didapat sepanjang tahun 2012 tersebut, semuanya bersyukur dan mengakui penyertaan Tuhan.

Saya  juga  mendapat kesempatan untuk menyaksikan kemurahan Tuhan, maka yang saya ingat pada saat itu adalah bahwa Tuhan juga memberikan semua berkat-berkat itu kepada saya, berkat tersebut sangat  banyak dan sulit untuk dihitung satu persatu, namun yang paling membekas bagi saya untuk tahun 2012 ini adalah : bagaimana pengenalan saya akan Allah semakin bertumbuh, lewat doa dan persekutuan dan baca gali firman Tuhan dan berbagai hal yang dijalani bersama dengan Tuhan. PertolonganNya, penyertaanNya dan bahkan mukzizat-mukzizatNya membuat saya semakin mengenal Allah. Inilah yang paling aku syukuri dan dapat bagikan pada saat itu.

AGENDA ALLAH tahun 2013
Awal tahun seperti ini adalah saat yang paling tepat mengambil waktu “berdiam diri” di hadapan Allah dan mendengarkan Nya tentang rencana dan agendaNya bagi kita masing-masing sepanjang tahun 2013. Apakah kita sudah memiliki agenda atau rencana atau tujuan dan lain-lain cara penyebutannya untuk tahun 2013?, apakah agenda kita adalah agenda pribadi saja atau agenda tersebut sebenarnya adalah agendanya Tuhan bagi dunia ini melalui kita?, bagaimana mensinkronkan agenda kita dengan agenda Tuhan?.

Firman Tuhan dalam Matius 22:37-39, “Kasihilah Tuhan Allah mu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua , yang sama dengan itu, ialah : Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.

Inilah perintah – hukum yang menjiwai  kehidupan kita di dunia ini.

Sering sekali kita menafsirkan bahwa mengasihi Tuhan hanya dengan cara terlibat secara langsung dalam pelayanan pemberitaan firman, penginjilan, aksi sosial dan lainnya, namun di sisi lain kita tidak menerapkan “takut akan Tuhan” dalam kehidupan kita sehari-hari, kita tidaklah menjadi orang yang berbeda ketika kita di luar gereja atau di luar persekutuan, kita sama saja dengan orang lain – orang duniawi (band. Rom 12:2, Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu...). Kita masih berpikir, berbicara dan bertindak seperti orang yang tidak mengenal Allah. Kita hanya mengenal tentang Allah, tetapi tidak mengenal Allah. Kita berbicara tentang Allah tetapi kita tidak hidup di dalamNya dan DIA tidak hidup dalam perbuatan-perbuatan kita. Paulus jelas sekali menekankan bahwa Iman terlihat dalam perbuatan (baca Yak 2:17-18, ayat 17 : Demikian juga halnya dengan iman, jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati, 18 : Tetapi mungkin ada orang berkata, “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia : “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku”).

PEMBERONTAKAN SEMAKIN NYATA DAN TUHAN DI MANA?

Kalau kita menyimak berbagai media TV, Surat kabar, majalah dan sebagainya, sepanjang tahun-tahun sebelumnya, kita mungkin akan gamang dan ragu melihat kehadiran TUHAN dan otoritasnya dalam dunia ini. Berbagai kejahatan seperti : peredaran narkoba yang semakin merajalela (bahkan dikatakan Indonesai menjadi surga bagi peredaran narkoba), pemerintah yang kurang tegas dan bahkan masih memberikan grasi (pengurangan masa hukuman) bagi gembong narkoba. Lembaga permasyarakatan yang disinyalir menjadi tempat paling aman dalam peredarannya juga tidak menjadi prioritas pembersihan oleh pemerintah, dan bahkan uang hasil bisnis kotor ini mengalir ke berbagai pihak. Kita juga tidak henti-hentinya dipertontonkan kasus korupsi yang terkuak bukan semakin berkurang, tetapi semakin besar, terorganisir dan melibatkan banyak petinggi hingga jenderal dan yang terbaru yang sudah menjadi tersangka adalah menteri dan sesudahnya kita tidak tahu siapa yang akan menyusul terlibat dalam berbagai kasus korupsi yang melibatkan puluhan trillyun rupiah, yang memiskinkan bangsa ini, sementara anak bangsa menjadi “budak” di negeri jiran dan mendapat berbagai perlakuan yang tidak manusiawi. Zaman yang sudah hampir ratusan tahun terbebas dari perbudakan, justeru saat ini kembali ditumbuhsuburkan oleh bangsa kita melalui export tenaga budak – sangat ironis.

Kita mungkin mengutuki para pelaku peredaran narkoba atau para pelaku korupsi, tetapi mungkin juga kita terlibat di dalamnya baik langsung ataupun tidak langsung.Mungkin kita tidak mengkorupsi sebesar angka mereka tetapi karakter korupsi itu masih kita pelihara dan jalankan.

Hal tersebut di atas hanyalah dua bentuk kejahatan dari ribuan bahkan jutaan kejahatan lainnya yang ada di negeri ini. Sebut saja kejahatan lainnya yang saya tonton disiarkan TV bagaimana kerupuk kulit yang mungkin kita dan keluarga kita konsumsi, yang seharusnya terbuat dari kulit sapi, malah dengan tega di produksi dari kulit sepatu bekas dan hasil dari limbah kulit sepatu. Tentunya dengan penggunaan berbagai zat kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh, dipergunakan untuk melembutkan, tawas untuk memutihkan dan zat pewarna kain untuk membuat warnanya mirip dengan kerupuk kulit asli – apakah bangsa kita masih punya hati nurani dalam mencari keuntungan???

Kejahatan dan pemberontakan iblis melalui manusia semakin nyata dan merajalela. Apakah Tuhan tidak bekerja?

Justeru sebaliknya anak-anak Tuhan-lah yang tidak bekerja dan tidak memberi dampak. Orang-orang yang mengaku  Kristen, mengaku percaya kepada Allah dan bahkan yang ditunjuk oleh Allah menjadi rekan sekerjaNya di dunia ini tidak berfungsi, tidak memberi warna dan bahkan terlarut, kaki dian = jemaat, tidak melaksanakan tugasnya. Jangankan berfungsi untuk Allah, mungkin kita menjadi seteru Allah dengan berpura-pura melayani Allah – sebenarnya kita melayani diri sendiri. Kita menjadi penghalang kuasa Allah untuk berkerja (seorang penulis Richard Blackaby, dalam bukunya yang berjudul : Jangan Membatasi TUHAN, mengatakan tugas kita adalah jangan menghalangi cahaya Tuhan, jangan mengaburkan citra Tuhan melalui diri kita).

Berbagai kejahatan akan semakin merajalela, hukum akan jungkir balik, keadilan tidak akan muncul jika anak-anak Tuhan tidak berdampak dan orang-orang fasik berkuasa (Lih. Habakuk 1:4, itulah sebabnya hukum kehilangan  kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar, itulah sebabnya keadilan muncul terbalik).

MENSINKRONKAN AGENDA PRIBADI DENGAN AGENDA ALLAH

Maka tahun 2013 ini Allah pasti memiliki agenda buat kita, mari kita sinkronkan agenda kita denganNya. Sebab agenda Allah adalah rancangan terbaik bagi kita. Agenda Allah bagi kita adalah SEMAKIN MENGENAL DIA DALAM SELURUH KEHIDUPAN KITA (baca Fil 3:10, yang kukendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematianNya).

Entah kita akan hidup sebagai seorang suami - isteri, sebagai anak, sebagai seorang karyawan, pengusaha, pemegang kuasa dan keputusan, pengacara atau dokter dan juga sebagai pelayan atau apapun yang menjadi profesi kita yang Tuhan berikan dan kita jalani saat ini, tidak perlu harus meninggalkan hidup kita saat ini dan mencari hidup yang lain, tidak perlu meninggalkan daerah kita saat ini dan pindah ke daerah lain, mungkin juga tidak perlu mencari pekerjaan lain, bahkan tidak perlu kita mencari pelayanan lain, cukup kita melakukan semuanya dengan hati yang baru, komitmen yang baru, ketaatan baru, kreatifitas baru, perbuatan baru, hidup yang baru, hidup yang MENERIMA KEHADIRAN ALLAH DALAM SEGALA KEHIDUPAN KITA. Maka Allah akan leluasa bekerja melalui kita dan di dalam kita. Mari kita ukir segala prestasi tahun 2013 ini di dalam pengenalan yang bertumbuh di dalam Allah dan terpancar dalam kehidupan nyata kita sehari-hari dalam semua segi kehidupan - Amin

(Penulis adalah anggota Majelis GKPI Pamen, Padang Bulan – Medan)
Source: Majalah suara GKPI edisi Januari 2013
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Tidak Ada Pendeta Yang Ulang Tahun Pada Periode Bulan Ini Atau Bulan Depan!
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE WILAYAH I (MEDAN I, LANGKAT)
WILAYAH II (MEDAN II, DELI SERDANG) WILAYAH III (P.SIANTAR, SIMALUNGUN, TEBING TINGGI, SERGEI)
WILAYAH IV (DAIRI, TANAH KARO, ALAS, PAKPAK BARAT) WILAYAH V (ASAHAN, LABUHAN BATU)
WILAYAH VI (SILINDUNG, PAHAE, TAPSEL, TAPTENG) WILAYAH VII (HUMBANG, SAMOSIR, TOBA)
WILAYAH VIII (RIAU UTARA, RIAU SELATAN) WILAYAH IX (SUMATERA BAGIAN SELATAN)
WILAYAH X (KEPULAUAN RIAU) WILAYAH XI (JABODETABEK, JAWA, KALIMANTAN)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
21 Sep 2020
“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNyaselama Ia dekat” (Yesaya 55:6).
20 Sep 2020
“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 17:33).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2020 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.