Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
01 Okt 2012
Judul ini dipilih dalam mengulas perjalanan Pimpinan Pusat dalam Diskusi sehari buku Misi dalam Konteks. Judul ini adalah untuk menunjuk tentang konteks kekinian dari kehadiran gereja di dunia ini secara khusus GKPI. Dalam mengawali Diskusi Sehari ini Bapak Bishop menyampaikan esensi dari kehadiran GKPI pada awalnya. Bapak Bishop mengatakan bahwa pada awalnya tidak ada niat untuk membentuk gereja baru.
Pdt. Dr. Andar Lumbantobing mengatakan tidak ada alasan untuk membentuk gereja yang baru. Selanjutnya Bapak Bishop mengisahkan sebagaimana yang dinyatakan oleh Pdt. Dr. Sutan Hutagalung yang mengatakan melalui sebuah perumpamaan bahwa gereja diumpamakan sama dengan air. Di ibaratkan bahwa air dialirkan melalui kran.  Kran air ada di mana-mana ada di kamar mandi, di wastafel, di taman, di parkiran, di dapur bahkan di toilet. Pertanyaannya adalah kalau mau mengambil air minum etisnya di mana? Apakah di toilet?  GKPI sumbernya sama tetapi kran nya berbeda. Dengan berdirinya GKPI berdiri maka GKPI  adalah untuk membayar hutang Pekabaran Injil dan Diakonia.

    
;Bapak Bishop menuturkan bahwa GKPI pada tahun 70 an hingga 80 an giat dalam Pekabaran Injil dan Diakonia. Dalam hal diakonia GKPI giat menyelenggarakan Operasi sumbing, mendirikan PA Mamre, Yayasan Tuna  Netra Tanjung Morawa, mengadakan program Becak buat Mahasiswa GKPI , program Transmigrasi Lokal. Di Kandis yaitu Suku Sakai adalah medan pelayanan Pekabaran Injil GKPI. Dahulu ada anak suku Sakai yang disekolahkan GKPI ke Seminarium Sipoholon dan diberi marga Hutagalung. Usai pendidikan beliau kembali ke daerah asalnya untuk mengabdikan diri. Namun Saat pemerintah membentuk perkampungan suku Sakai beliau diangkat menjadi Penghulu. Akhirnya beliau meninggalkan imannya dan beralih ke agama lain.  Daerah Pelayanan Pekabaran Injil di Jambi  yang ada adalah di Bajubang untuk suku Kubu, di Palembang untuk suku Khomerin, Suku Tobo di Seipaku. Bapak Bishop mengatakan dahulu pembangunan Fisik boleh tertinggal tetapi Pekabaran Injil dan Diakonia tidak boleh. Hal ini berlangsung sampai dengan tahun 80 an. Namun saat ini yang lebih dikedepankan oleh gereja-gereja adalah pembangunan fisik.

Ada apa dengan kehidupan bergereja saat ini?

    Di setiap Bapak Bishop menyampaikan materi Buku Misi dalam Konteks, beliau menyampaikan keadaan kehidupan bergereja saat ini antara lain:
-    Gereja saat ini lebih mengedepan kan pembanguan fisik akhirnya Pekabaran Injil dan Diakonia tertinggal.
-    Di Toba saat ini sulit membedakan mana gereja dan mana kuburan sebab kuburan sudah dibentuk seperti gedung gereja lengkap dengan menaranya
-    Saat gereja bermisi ke Parmalim, penganut Parmalim enggan menjadi Kristen karena orang Kristen suka berkelahi. Sejatinya kehidupan Kristen adalah penuh dengan kedamaian.
-    Khotbah di gereja lebih menitik beratkan untuk mengajari orang untuk berbuat baik. Orang baik menurut masyarakat, adat dan gereja bisa berbeda-beda. Sejatinya gereja memberitakana Kristus yang telah mati dan bangkit, yang membawa berita pengampunan oleh kuasa darahNya.
-    Gereja lebih menyenangi Kristus yang lahir dari pada Kristus yang mati dan bangkit. Ini terlihat dari perayaan perayaan yang dilakukan oleh gereja.
-    Injil di tanah Batak lebih terserap ke dalam adat. Banyak orang tua suku Batak takut kepada Perjamuan Kudus. Perjamuan kudus hampir dipersamakan dengan sulang-sulang hariapan. Baru pada saat hampir mati baru mau untuk menerima Perjamuan Kudus.
-    
;Motivasi menjadi Penatua bagi orang tertentu hanyalah untuk mencari penghormatan (hasangapon) ditengah-tengah paradaton dan dihormati oleh setiap orang.
-    Kebenaran bagi orang Batak adalah tegang urat leher. Kebenaran menurut Alkitab adalah Damai Sejahtera (na patutoru roha ido na monang)
-    Gereja berada di jaman yang berubah, kita saja yang tidak menyadari bahwa dunia ini berubah.
    Apa yang terjadi dengan GKPI?
-    Gereja berdiakonia umumnya untuk kematian .
-    Ada beberapa alasan untuk tidak bergereja misalnya jika ditanya kenapa tidak ke gereja, jawabnya malu karena pengangguran, lalu setelah bekerja juga tidak bergereja, saat ditanya tidak bergereja jawabnya adalah pergi kerja. Jadi tidak kerja dan telah bekerja sama saja tidak ke gereja.
-    Perilaku hidup orang Kristen Batak yang lebih berkuasa dalam dirinya adalah adat/falsafah Batak sehingga hidupnya adalah diatur/dikuasai adat. Misalnya Hamoraon, hasangapon dan hagabeon.

Hal di atas adalah pernyataan pernyataan lepas yang menjadi realita dalam kehidupan beriman saat ini. Namun kita perlu selalu melihat konteks umum dimana kita berada saat ini?

    Kita berada dalam konteks Globalisasi. Globalisasi adalah pengandalan hidup kepada kuasa Ekonomi dan kuasa Ilmu pengetahuan dan teknologi (terutama Teknologi Transportasi, komunikasi dan bio teknologi). Dahulu kuasa yang menguasai manusia adalah deking, duit dan dukun. Dampak negatif dari globalisasi itu sendiri adalah komoditisasi  Kehidupan yang melahirkan ekonomi global, pasar global dan konsumtive. Segala sesuatu dinilai dari nilai ekonomisnya dan bisnis. Menilai suatu bangsa itu  didasarkan pada pangsa pasar. Apakah pasar disana besar atau tidak, yang menghasilkan masyarakat yang konsumtive. Eksploitasi Sumber daya Alam: eksploitasi SDA ini tidak memperhatikan lingkungan serta kehidupan  sosial setempat. Ini dapat dilihat dari suku-suku serta masyarakat di daerah eksploitasi sering menjadi korban dari eksploitasi. Kerusakan lingkungan juga terjadi di mana-mana sebagaimana banyaknya peristiwa banjir bandang, longsor, kekeringan. Serta gagal panen bisa jadi diakibatkan oleh rusaknya ekosistem.  Penghormatan kepada harkat dan martabat manusia tidak lagi didasarkan pada hakekat manusia itu sendiri. Penghormatan kepada manusia didasarkan pada sisi ekonomi. Sehingga manusia dipandang sebagai barang-barang ekonomi, atau dalam produksi manusia dipandang sebagai alat produksi. Dengan kata lain segala sesuatu dianggab sebagai pasar.

Globalisasi juga melahirkan perilaku kekerasan. Ini bisa jadi disebabkan oleh sikap manusia yang semakin sektarian. Timbulnya kekerasan tersebut oleh karena timbulnya pengingkaran kepada keberadaan manusia itu sendiri. Segala sesuatu dipandang sebagai barang ekonomi, sehingga dengan dorongan penguasaan kepada sesuatu hal menyebabkan timbulnya kekerasan. Ini juga disebabkan ketidakmampuan manusia untuk menerima pluralisme (kemajemukan) masyarakat yang tidak dapat dihindarkan lagi. Manusia saat ini juga  sudah mulai hidup dalam virtualisasi persekutuan (dalam dunia maya). Ini ditandai dengan ketergantungan manusia dengan telepon genggam, internet dan televisi. Manusia dapat berhubungan dengan manusia lainnya melalui teknologi tanpa bersentuhan, namun dapat bertatap muka. Seolah-olah manusia saat ini adalah manusia sosial (bandingkan dengan banyaknya jaringan sosialita di Internet seperti Twiter , facebook dan sebagainya) pada hal benda yang ada disekitarnya hanyalah komputer, atau telepon genggam. Yang berikut adalah iman dan pengetahuan. Sebagian orang mempersamakan iman dengan pengetahuan. Orang yang berpengetahuan banyak dipandang sebagai orang beriman. Sedangkan orang yang tidak berpengetahuan banyak dipandang tidak beriman. Keberimanan seseorang dipandang dari kemampuannya mengungkapkan atau berkata-kata  (berdiskusi) tentang apa yang ia imani.

    Dalam hal ini Bapak Bishop melihat kecendrungan turunnya jumlah pengunjung ibadah di gereja protestan di Jerman. Pengunjung ibadah tersebut turun bisa jadi disebabkan oleh banyak orang yang menyukai ibadah melalui virtual (dunia maya: televisi, internet, telepon gemgam) yang mana dalam dunia maya ada banyak renungan-khotbah. Namun Bapak Bishop mengatakan bahwa Ibadah dalam dunia maya bukanlah ibadah yang sesungguhnya.

    Bapak Bishop dalam setiap kesempatan selalu menekankan akan Persekutuan penyembahan-persembahan: yaitu komunitas yang beribadah, mengasuh, membawa damai, pengampunan yang melayani dan yang menyembuhkan.  Beliau mengacu kepada kehidupan Kekristenan mula mula dalam Kisah 2-3. Kehidupan Kekristenan mula-mula adalah didasarkan pada persekutuan yang beribadah. Mereka berhimpun, beribadah dan memecah-mecah roti. Orang-orang disekitar mereka akhirnya memberi diri untuk dibaptis.

Apa itu Pekabaran Injil?

Injil adalah kehadiran Allah dalam Yesus Kristus yang mati dan bangkit, dalam pengudusannya dalam Roh. Gereja adalah persekutuan dimana Injil diberitakan dan Sakramen dilayankan.  Perjamuan kudus adalah Injil Kristus yang tidak dapat disalah artikan. Dengan Perjamuan Kudus umat percaya sadar akan kematian dan kebangkitan. Martin Luther memberi tempat pada firman dan Sakramen.

Pekabaran Injil adalah pendampingan. Kita solider dengan hidup mereka. Ketika mendampingi orang-orang yang mengambarkan Injil bersama-sama dengan dunia tetapi tidak sama dengan dunia.  Tujuan dari Pekabaran Injil itu adalah transformasi: (Pembaruan, Pertobatan); Rekonsiliasi  (mendamaikan) serta Pemberdayaan (Penguatan; penghiburan).

    
Pekabaran Injil itu adalah pekerjaan Tuhan. Injil bukanlah kata-kata tetapi kehadiran Allah di tengah-tengah kehidupan orang percaya. Kehadiran Pemerintahan Allah bukan Kerajaan Allah.

Pemahaman akan datangnya kerajaan Allah sering dianggap hidup kekal setelah mati. Dalam Katekhismus Kecil Martin Luther dalam Doa Bapa Kami dalam permintaan kedua: Datanglah kerajaanMu maksudnyua adalah: sesungguhnya kerajaan Allah dengan sendirinya datang, walaupun kita tidak minta. Tetapi kita minta di dalam doa, supaya kerajaanNya datang juga kepada kita. Bagaimana hal ini terlaksana? Demikian: Apabila Bapa kita yang disorga memberikan rohNya yang kudus supaya dengan anugerahNya kita percaya kepada firmanNya yang kudus dan berbuat sesuai dengan kehendakNya dalam hidup kita, masa kini dan masa mendatang di tempat yang kekal.

Kristuslah yang memerintah hidup kita. Dengan demikian ber Pekabaran Injil adalah berpartisipasi dalam Pekabaran Injil, mengambil bagian dalam kehadiran atau pemerintahan Allah. Dengan demikian beriman adalah Allah hadir dan kita merasakan pimpinan Allah di dalam hidup kita. Akhir-akhir ini khotbah di dalam gereja adalah mengajari orang untuk menjadi baik. Baik menurut falsafah, adat, masyarakat dan gereja berbeda-beda. Kristus yang dikenal atau yang disampaikan adalah Kristus sebagai guru, motivator. Dalam 1 Korintus 15:3-5 Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci; bahwa Ia telah menampakkan diri kepada Kefas dan kemudian kepada kedua belas murid-Nya. Jelas diperlihatkan tentang siapa yang harus diberitakan yaitu Yesus yang telah mati dan bangkit. Yesus membawa berita pengampunan dengan darahNya yang berkuasa dalam menyucikan setiap orang yang percaya. (humgu)
Source: Majalah suara GKPI Edisi September 2012
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Tidak Ada Pendeta Yang Ulang Tahun Pada Periode Bulan Ini Atau Bulan Depan!
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE WILAYAH I (MEDAN I, LANGKAT)
WILAYAH II (MEDAN II, DELI SERDANG) WILAYAH III (P.SIANTAR, SIMALUNGUN, TEBING TINGGI, SERGEI)
WILAYAH IV (DAIRI, TANAH KARO, ALAS, PAKPAK BARAT) WILAYAH V (ASAHAN, LABUHAN BATU)
WILAYAH VI (SILINDUNG, PAHAE, TAPSEL, TAPTENG) WILAYAH VII (HUMBANG, SAMOSIR, TOBA)
WILAYAH VIII (RIAU UTARA, RIAU SELATAN) WILAYAH IX (SUMATERA BAGIAN SELATAN)
WILAYAH X (KEPULAUAN RIAU) WILAYAH XI (JABODETABEK, JAWA, KALIMANTAN)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
31 Jan 2021
“Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: "Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar." (Lukas 4:37).
30 Jan 2021
"Sungguh, hatinya melekat kepada-Ku, maka Aku akan meluputkannya, Aku akan membentenginya, sebab ia mengenal nama-Ku.”(Mazmur 91:14).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2021 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.