Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
28 Agt 2012
Diskusi Sehari Buku Misi dalam Konteks ini dilakukan secara maraton mulai dari tgl 27 s/d 30 Juni 2012 dan tgl 11 s/d 15 Juli ke Riau. Sebagai narasumber utama dalam diskusi ini adalah Bapak Bishop Pdt. Patut Sipahutar, M.Th, Pdt. Rodion Tampubolon, M.Th bertindak sebagai moderator . Pdt. Edwin Sianipar dan Bapak Pdt. S. Simanjuntak, S.Th Ka. Biro IV yang membidangi Diakonia dan Pekabaran Injil membuka Acara Diskusi Sehari.
Bapak Bishop dalam membahas Buku Misi dalam Konteks ini terlebih dahulu memperlihatkan model-model Pekabaran Injil yang didasarkan dari Alkitab. Berbagai model tumbuh didasarkan pada perkembangan jaman (konteks). Dunia ini berkembang. Setiap jaman memiliki tantangan tersendiri.  Dengan beragam tantangan yang dihadapi maka gereja senantiasa menajamkan makna kehadirannya ditengah-tengah dunia ini.
Beberapa model Pekabaran Injil yang didasarkan pada Alkitab yaitu: Matius 28:26-28. Dengan mendasarkan Pekabaran Injil pada nas ini membawa penekanan kepada Pembaptisan (Zending Barat) . Pekabaran Injil adalah membuat orang yang belum Kristen menjadi Kristen.

    Model Pekabaran Injil yang berikut adalah Markus 16: 15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk”. Kitab ini menekankan pekabaran Injil pada segala makhluk. Penekanan pada nas ini adalah membawa semua orang pada pemahaman Teologi Ekologi. Terlebih pada saat-saat ini lingkungan yang telah rusak. Kerusakan lingkungan saat ini amat memprihatinkan dunia. Keterancaman keberlangsungan lingkungan ini turut mengancam kehidupan manusia. Bapak Bishop dalam menerangkan tentang perilaku manusia terhadap lingkungan mengatakan bahwa manusia tidak membiarkan sungai dan pohon memuji Tuhan. Saat pohon dan sungai hendak memuji Tuhan manusia sudah menebangnya dan mencemarinya.

    Rasul Paulus dalam kitab 2 Korintus 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Nas ini  menekankan akan injil Perdamaian. Konteks ketika itu adalah timbulnya konflik di antara jemaat.

Buku ini, kata Bapak Bishop, mengambil model dari Kitab Lukas 24:13-35. Dalam kisah perjalanan ke Emaus ini diperlihatkan dua murid yang sedang berjalan menuju Emaus. Di dalam perjalanan tersebut mereka memperbicangkan akan keberadaan mereka. Di sela-sela perbincangan mereka, Yesus hadir ditengah tengah mereka.  Yesus tidak mereka kenali. Saat Yesus bertanya tentang apa yang mereka bicarakan, mereka balik bertanya kepada Yesus apakah Ia adalah orang asing yang tidak mengetahui apa yang terjadi.  Yesus pun mengingatkan mereka tentang perjalanan hidup Yesus. Yesus mengingatkan mereka: tidak tahukah kamu mesias menderita?  Pengenalan mereka akan Yesus semakin nyata  adalah saat Yesus memecah-mecahkan roti.  Dengan terbukanya mata mereka, mereka melihat kehadiran pemerintahan Allah, murid-murid ditransformasi (dibarui) oleh perjumpaan .

Dalam mengartikan misi, Bapak  Bishop menerangkan dua istilah yang dikenakan pada kata misi, yaitu misioner dan misional. Misioner  berarti aktifitas misi atau tindakan gereja dalam menjalankan misi (misalnya mengumpulkan uang untuk Pekabaran Injil, mengutus Pekabar Injil). Misional menekankan akan jati diri atau sifat keberadaan gereja. Bagi gereja yang misional berpartisipasi di dalam misi Allah merupakan inti dari kodratnya sebagai gereja.

Bapak Bishop mengambil contoh dari gereja mula-mula dalam Kisah 2-3: gereja mula-mula di dalam mengabarkan Injil tidak dengan kata-kata tetapi dengan cara hidup gereja mula-mula yaitu memecah mecah roti, beribadah. Persekutuan gereja mula-mula dicintai orang lain. Dengan cara hidup yang baik banyak orang datang untuk dibaptis dan mempercayai Yesus.
    Istilah yang umum dipakai dalam memahami pekabaran Injil adalah meluaskan atau melebarkan Kerajaan Allah. Namun saat ini pemahaman istilah kerajaan Allah dianggap statis. Kekristenan dipandang hanya dari segi jumlah dan luas cakupan dari yang menerima Injil.  Dengan model Pekabaran Injil Lukas 24 adalah menekankan kepada pemerintahan Allah, kehadiran kuasa Allah. Kehadiran Kristus bersama umat. Kitab suci dan perjamuan Kudus hadir dalam kehidupan umat.

    Oleh sebab itu apa peran kita?
Pemerintahan Allah adalah bersifat eskatologis sudah sedang dan akan sepenuhnya pada masa eskaton. Peran orang Percaya adalah:
1.    Berpartisipasi dalam kehadiran Pemerintahan Kristus. Berpartisi pasi tidak hanya “Ya” sebab kita bisa terjebak dengan kristenisasi.
2.    Berpartisipasi yang antisipatif Kristus adil maka kita belajar untuk adil. Mengantisipasi mengandung makna bahwa jemaat sejatinya hidup dalam kehendak Tuhan. Ia harus mengarahkan hati dan hidup di dalam keselamatan tersebut.

Pekabaran Injil adalah pendamping. Gereja ada dalam dunia ini tetapi tidak sama dengan dunia. Yang membedakan dengan dunia adalah firman dan sakramen. Dengan demikian kehadiran Gereja dalam Pekabaran Injil adalah pertama: mentransformasi. Sebagaimana dalam Lukas 24:13-35: dengan terbukanya mata mereka melihat kehadiran pemerintahan Allah  murid-murid ditransformasi (dibaharui) oleh perjumpaan dan perjamuan pendamaian kehadiran Kristus, pergi ke luar, diberdayakan untuk membagikan kabar baik itu kepada komunitas murid-murid yang bersifat mengasuh itu, dan kepada orang lain (hlm 8). Selanjutnya di hlm 32 dikatakan bahwa transformasi merupakan keberpihakan pada apa yang meneguhkan kesakralan hidup serta karunia-karunia di dalam setiap Insan, dan hal-hal yang meningkatkan damai sejahtera serta keadilan di dalam masyarakat.
Kedua: Rekonsiliasi : 2 Korintus 5:19 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Gereja di dalam misi ikut serta dalam misi pendamaian Allah sebagai duta Allah menyerukan demi Kristus agar orang di perdamaikan dengan Allah.
Ketiga: Pemberdayaan: Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." (Kisah 1:8). Allah memberdayakan orang kristen secara individual dan seluruh gereja melalui pimpinan Roh Kudus  dalam melaksanakan misi gereja yang holistik. Roh Kudus memberdayakan gereja menentang penyalahgunaan kuasa sebagai kuasa atas orang lain dan untuk berjalan di jalan Kristus di mana kuasa dibagikan kepada semua orang.

Gereja berada di dunia ini yang mana dunia selalu berkembang dan setiap saat memiliki tantangan tersendiri. Konteks misi berbeda dari abad yang lalu (Zending) konteks saat ini adalah globalisasi yaitu pengandalan pengetahuan dan teknologi, transportasi, komunikasi, bio teknologi, keselamatan saat ini sudah tersedia yang dibutuhkan adalah pengetahuan.Menonjolnya aspek ekonomi, komoditasi kehidupan, manusia dinilai dengan uang Pasar globalisasi (ekonomi pasar)Berkembangnya kekerasan, perang dan penolakan terhadap kelompok yang lain.Korban kekerasan umumnya anak, perempuan, lansia,Virtualisasi persekutuan (persekutuan di dunia maya). Ditengah dunia inilah gereja berada.

Misi gereja ini tentu di dasarkan pada Misi Allah Tritunggal. Gereja berpartisipasi dalam misi Allah. Implikasi dari Misi ini adalah Gereja sebagai persekutuan penyembahan dan persembahan (firman dan Sakramen). Dengan adanya Penyembahan dimungkinkan untuk bersaksi. Dan dengan adanya persembahan akan membuahkan diakonia.

Di akhir diskusi Bapak Bishop mengutip Perkataan Fransiscus Asisi
Beritakanlah injil sentantiasa, jikalau perlu dengan perkataan.  Untuk lebih jelasnya mari membaca dan mendiskusikan buku Misi dalam Konteks, yang akhirnya mengimplementasikan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.(humgu)
Source: SGKPI Edisi Agustus 2012
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Tidak Ada Pendeta Yang Ulang Tahun Pada Periode Bulan Ini Atau Bulan Depan!
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE WILAYAH I (MEDAN I, LANGKAT)
WILAYAH II (MEDAN II, DELI SERDANG) WILAYAH III (P.SIANTAR, SIMALUNGUN, TEBING TINGGI, SERGEI)
WILAYAH IV (DAIRI, TANAH KARO, ALAS, PAKPAK BARAT) WILAYAH V (ASAHAN, LABUHAN BATU)
WILAYAH VI (SILINDUNG, PAHAE, TAPSEL, TAPTENG) WILAYAH VII (HUMBANG, SAMOSIR, TOBA)
WILAYAH VIII (RIAU UTARA, RIAU SELATAN) WILAYAH IX (SUMATERA BAGIAN SELATAN)
WILAYAH X (KEPULAUAN RIAU) WILAYAH XI (JABODETABEK, JAWA, KALIMANTAN)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
21 Sep 2020
“Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNyaselama Ia dekat” (Yesaya 55:6).
20 Sep 2020
“Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (Lukas 17:33).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2020 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.