Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
23 Mei 2019
Kantor Sinode GKPI melalui Kepala Departemen Pastorat Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th menyelenggarakan pelatihan Guru Sekolah Minggu Tingkat Nasional bekerja sama dengan Bengkel Pendidikan Kristiani Sekolah Tinggi Filsafat Theologia Jakarta pada tgl 16-18 Mei 2019 di Sopo Agape GKPI Tomok. 
Pelatihan ini tidak hanya kepada Guru-guru Sekolah Minggu tetapi juga untuk penulis Bahan Ajar Sekolah Minggu GKPI. Guru-guru Sekolah Minggu yang hadir sebanyak 45 orang dan penulis Bahan Ajar sebanyak 6 orang.

Dalam proses pelatihan para Guru Sekolah Minggu dan penulis mengikutinya secara sungguh-sungguh. Hal ini terjadi oleh karena nara sumber yang adalah dosen STFT Jakarta juga praktisi Guru Sekolah Minggu di Gereja mereka masing-masing. Ada pun Narasumber dari Pelatihan ini adalah Novy Amelia Elisabeth Sine, M.Th, Pdt. Justitia Vox Dei Hattu, P.Hd. Erich von Marthin Elraphoma Hutahaean, M.Th. Mereka adalah pembicara yang berkompeten, yang tidak hanya berteori tetapi mempraktekkan serta menuntun para Guru Sekolah Minggu dan Penulis untuk menjadi kreatif.

Sebelum pelatihan dilakukan, maka acara ini diawali dengan ibadah pembukaan sekaligus pembukaan Pelatihan Guru Sekolah Minggu. Renungan dilayani oleh Bishop GKPI Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th dari 1 Timotius 4:16. Bishop GKPI menyampaikan bahwa perilaku seseorang dibentuk sejak dini (masa kanak-kanak) baik itu di tengah keluarga maupun di gereja. Dengan pemahaman tersebutlah maka gereja ambil bagian dalam membentuk perilaku anak-anak melalui Sekolah Minggu. Oleh sebab itu maka para Guru Sekolah Minggu haruslah mengawasi pengajaran yang disampaikan, agar anak-anak tidak tersesat. 

Usai ibadah dilanjutkan dengan kata sambutan yang diawali dari yang mewakili BKS GSM yaitu dari Wilayah Medan I Pnt. Yohana Simanjuntak. Beliau menyampaikan terimakasih atas pelaksanaan pelatihan ini. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan Guru Sekolah Minggu semakin kreatif di dalam mengajar di Sekolah Minggu.  Beliau pun menyampaikan keluhan akan ketidakberpihakan Gereja dan Pendeta terhadap Sekolah Minggu. Misalnya anggaran untuk Sekolah Minggu masih minim, dan Guru Sekolah Minggu merasa bahwa Pendeta tidak mendukung Sekolah Minggu. Mewakili Guru Sekolah Minggu oleh inang br. Simanungkalit dari GKPI Resort Bekasi. Beliau menyampaikan bahwa pelatihan ini amat penting sehingga beliau datang dari jauh. Beliau berharap sekembalinya dari pelatihan ini ada hal yang dapat dibagikannya. 

Ka Dep Pastorat Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th menyampaikan bahwa GSM adalah pelayan sejati.  Secara umum alokasi dana untuk Sekolah Minggu minim. Hal ini perlu menjadi perhatian agar anggaran tersebut dapat “didongkrak”. Dengan demikian maka GSM dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuannya. GSM pun dapat menyediakan alat peraga untuk kreativitas anak SM.  Bishop dalam kata sambutan dan bimbingannya menekankan perlunya kegiatan seperti ini dilakukan perwilayah agar para GSM semakin kreatif dalam mendidik.

Ketiga narasumber dalam memberikan materi secara bersama-sama. Mereka saling mengisi sehingga penjelasan yang disampaikan oleh pembicara yang satu diperjelas atau diberi contoh oleh pembicara yang lain. Hal ini membuat para Guru Sekolah Minggu lebih mudah untuk memahami dan mengerti akan diajarkan.

Pada sesi I Narasumber mengajarkan tentang Mengenal Karakter dan kebutuhan Anak Sekolah Minggu dalam Keluarga Milenial.  Dalam sesi ini Nara Sumber mengajak GSM untuk mengenal dirinya melalui teori Generasi (Generation Theory)  yang mana membedakan manusia dalam 5 generasi berdasarkan tahun kelahirannya yaitu: Generasi Baby Boomer, lahir 1946-1964, Generasi X, lahir 1965-1980
Generasi Y, lahir 1981-1994, Generasi Z lahir 1995-2010, Generasi Alpha lahir 2011-2025.

Setiap generasi memiliki perbedaan karakteristik pertumbuhan kepribadian. Guru Sekolah Minggu yang hadir berasal dari 4 generasi, dan hanya satu orang dari generasi Baby Boomer. Narasumber mengajak Guru Sekolah Minggu untuk mengenali diri mereka masing-masing dengan tujuan agar dapat memahami generasi yang berbeda dari dirinya, terlebih pada saat ini secara umum yang menjadi Anak Sekolah Minggu adalah dari dari Generasi Z dan Alpha. 

Pada sesi berikutnya dipercakapkan tentang Prinsip penulisan Kurikulum Pengajaran Anak Sekolah Minggu. Prinsip penulisan ini disampaikan kepada semua peserta baik itu kepada penulis maupun Guru Sekolah Minggu. Dalam percakapan tersebut tampaklah peliknya untuk membuat kurikulum karena penulis pun menghadapi kesulitan saat tema tidak memiliki kesinambungan dengan teks, demikian pula bagaimana para penulis harus mencermati teologi dari teks Alkitab tersebut untuk disampaikan kepada Anak Sekolah Minggu. Hal ini pun berkaitan dengan penggunaan dan pemilihan alat peraga untuk mempermudah Anak Sekolah Minggu untuk memahami teks Alkitab. 

Dengan adanya perubahan Kurikulum 2013 yang menempatkan pengajar sebagai fasilitator bukan lagi sebagai instruktur, hal ini pun berdampak kepada pengajaran di Anak Sekolah Minggu. Dengan demikian penulisan ini pun haruslah juga mengacu kepada pemahaman bahwa Guru Sekolah Minggu adalah fasilitator. Untuk itu Penulis dan Guru Sekolah Minggu haruslah memberi ruang refleksi terhadap teks Alkitab dalam kehidupan keseharian. GSM dan penulis harus memikirkan bahwa kehidupan ini perlu diberi makna yang didasarkan pada prinsip teologis yang akhirnya menghasilkan moral Kristiani.

Dalam tanya jawab yang disampaikan oleh GSM dan Penulis kepada narasumber yang berikaitan dengan penulisan serta bagaimana menghadapi naradidik yang pasif di dalam Kelas. Narasumber menyampaikan beberapa cara untuk menyelesaikan persoalan tersebut, misalnya perlu dilakukan pertemuan antara GSM dan Orang tua secara periodik. Hal ini untuk mengatasi dan mengetahui kehidupan anak SM. Misalnya pemberian permen sebagai hadiah (reward). Bisa jadi anak SM tidak dibiasakan di rumah untuk makan permen.  Perlu mengadakan pelawatan Anak dengan tujuan agar anak percaya.  Pertanyaan penulis berkaitan dengan pendidikan seksual secara dini, Narasumber mengatakan hal itu perlu dengan tujuan agar anak menghargai tubuhnya serta mengetahui siapa saja yang bisa memegang tubuhnya (dengan demikian ASM dapat menghindari tindakan pelecehan seksual).

Narasumber menyampaikan bahwa desain kurikulum perlu mempertimbangkan pendidikan karakter dan pendidikan multikultural (mencantumkan cerita dari berbagai suku bangsa). Selanjutnya saat akan memakai kurikulum gereja lain maka perlu diuji dengan mempertanyakan apakah teologinya cocok, apakah sesuai dengan usia anak, apakah bahan ajar tersebut mempertimbangkan keseimbangan kognitif, afektif dan psikomotorik. 

Untuk menuliskan Kurikulum maka penulis harus memperhatikan hal berikut: Landasan Filosofis (terkait dengan tujuan, proses dan  sasaran kurikulum. Landasan Sosiologis ( terkait tentang apa yang terjadi di tengah masyarakat, dan nilai-nilai apa yang dapat diwariskan kepada naradidik), Landasan Psikologis (terkait tentang bagaimana naradidik berpikir dan belajar. Landasan Belajar (terkait dengan memberikan penekanan pada tipe yang berbeda-beda dalam belajar).

Dalam hal pemakaian alat peraga dan aktifitas maka GSM harus memikirkan tentang pesan yang disampaikan dari aktivitas tersebut.

Pada hari kedua Peserta dibagi dalam  beberapa kelompok. Narasumber mengajak GSM untuk membuat alat peraga, serta mencontohkan bagaimana menggunakan alat peraga tersebut untuk membantu anak SM untuk melakukan aktivitas di kelas Sekolah Minggu. Narasumber pun mengajak GSM untuk memikirkan pada kelas usia berapa aktivitas tersebut cocok.

Pada siang harinya hari kedua GSM 6 kelompok sesuai dengan jumlah penulis yang hadir. Lalu secara bersama-sama memikirkan aktivitas yang akan dilakukan selama Juli-Desember 2019. Mereka pun bersama-sama membuat aktivitas lalu pada malam harinya mempresentasikan aktivitas yang dirancang. Sebelum menjelaskan aktivitas tersebut maka penulis menyarikan pesan teks alkitab untuk diajarkan lalu disesuaikan dengan aktivitas. Para peserta diberi kesempatan untuk saling mengoreksi atau menambahkan aktivitas agar aktivitas tersebut semakin diperkaya. Di sisi lain Nara sumber pun membuat alat peraga pada juli-desember 2019.

Pada hari ketiga adalah penutupan, sebagai ungkapan terimakasih GKPI melalui Sekjen GKPI Pdt. Ro Sininta Hutabarat, M.Th menyerahkan cenderamata berupa ulos kepada ketiga nara sumber. Setelah itu dilanjutkan dengan acara ibadah penutup yang dilayani oleh Sekjen GKPI sebagai pemberita firman. Pada acara penutupan ini Sekjen menyerahkan sertifikat kepada seluruh peserta. Dalam kesempatan ini Ka Dep Pastorat Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th menyampaikan terimakasih atas kehadiran dari peserta. Peserta dari pelatihan ini dibatasi agar berjalan dengan efektif. Hal itu terbukti dari keseriusan peserta untuk mengikuti pelatihan ini. (pdt hum gultom)





Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Jojor Siregar 25 Jun
Husor Sibuea 10 Jul
Asda Siboro 10 Jul
Nurhayati 18 Jul
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Lembaga - Non Lembaga -Tugas Belajar - Diperbantukan dll
Koordinator Wilayah Wilayah I (Medan I, Langkat)
Wilayah II (Medan II, Deliserdang) Wilayah III (Simalungun- Tebing Tinggi Sergei)
Wilayah IV (Dairi- Tanah Karo) Wilayah V (Asahan, Labuhan Batu)
Wilayah VI (Silindung, Pahae, Tapsel, Tapteng) Wilayah VII (Humbang, Samosir, Toba)
Wilayah IX (Riau Utara, Riau Selatan) Wilayah VIII (Sumatera Bagian Selatan)
Wilayah X (Kepulauan Riau) Wilayah XI (Jabodetabek, Jawa-Kalimantan)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
26 Jun 2019
“Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia”.(Roma 13:10a)
25 Jun 2019
“Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong”. (1 Korintus 13:4).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2019 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.