Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
23 Okt 2011
8 to 5, (atau jelasnya pukul 08.00 pagi hingga pukul 05.00 sore) istilah yang sering dipergunakan untuk menggambarkan bagaimana seorang pekerja (sebut saja seorang karyawan) melakukan pekerjaannya. Namun kalau kita perhatikan lebih jauh, terlebih di kota besar maka lebih banyak lagi waktu wajib yang dipakai, sebab sudah harus bangun dan mempersiapkan diri pkl 05.00 pagi dan karena kemacetan lalu lintas, kadang tiba di rumah pkl 08.00 malam, maka bukan lagi 8 to 5, tetapi menjadi 5 to 8 (tepatnya pkl 05.00 pagi sampai pkl 08.00 malam). Bukankah suatu kemalangan besar jika kita melakukannya tanpa mengerti makna bekerja atau melakukan pekerjaan hanya sebagai keterpaksaan untuk memenuhi kebutuhan hidup?.
Keluhan seputar permasalahan pekerjaan bukan hal yang asing bagi kita. Ada saja yang dapat menjadi sumber keluhan, misalnya saja pekerjaan yang kurang bonafide, kurang memberi imbalan yang pantas, pekerjaan yang terlalu berat (menyita tenaga, waktu dan pikiran). Ini masih  dari jenis pekerjaan belum dari faktor lingkungan perusahaan semisal : atasan, bawahan dan rekan kerja. Ada saja yang dapat menjadi sumber keluhan. Teman yang malas dan mau menang sendiri, atasan yang terlalu keras (suka marah) dan tidak mau mendengar alasan apapun, bawahan yang tidak bertanggung jawab dan tidak cakap dalam bekerja dan masih banyak lagi, yang membuat pandangan kita terhadap pekerjaan menjadi negatif.

PANDANGAN YANG SALAH DAN AKIBAT YANG DITIMBULKAN
Beberapa pandangan keliru yang berkembang di masyarakat dapat menimbulkan dampak yang kurang baik, diantaranya dipaparkan Dough Serman & William Hendricks, dalam buku Pekerjaan Anda Penting Bagi Allah. Dipaparkan dimana ada gap antara hal rohani dan hal sekuler, atau dikotomi rohani dan sekuler, sehingga manusia seolah hidup di dua dunia yang sangat berbeda, dan perbedaan itu disikapi dengan memunculkan dua wajah. Wajah kasih, ramah-tamah dan lemah lembut ketika di Gereja dan acara –acara rohani lainnya, namun segera akan berganti ketika meninggalkan Gereja atau tempat persekutuan lainnya. Jika gap ini tidak dihilangkan maka manusia memainkan peran berganti-ganti antara kedua dunia dan hal ini tentu melelahkan dan hidup dalam kamuflase, disamping tetap dihantui rasa bersalah/ berdosa.
Dikotomi rohani - sekuler membentuk pandangan bertingkat, dimana kita menilai suatu pekerjaan lebih bernilai dari pekerjaan lain. Misalnya bahwa bekerja dalam bidang yang berhubungan dekat dengan hal rohani seperti guru agama, karyawan toko buku rohani, pengajar sekolah minggu, penyiar di radio Kristen dan lain-lain seolah lebih tinggi nilainya dari pada pekerjaan lain misalnya petani, nelayan, pekerja swasta dan pegawai negeri. Maka jika kita bekerja pada bidang “yang kurang rohani” kita akan merasa kurang berharga dibanding pekerjaan lain. Dampak yang dapat mucul adalah kita akan merasa rendah diri, mulai mengeluh dan bermalas-malasan dalam pekerjaan kita karena menganggapnya tidak mendapat tempat di mata Tuhan.

Sebaliknya orang-orang yang bekerja dalam bidang yang “berhubungan langsung dengan hal rohani”, dipersepsikan lebih penting dan utama, sehingga dapat juga menimbulkan kesombongan.

Pandangan lain yang mempengaruhi persepsi terhadap bekerja adalah pandangan sekuler, yang memandang pekerjaan tidak memiliki hubungan dengan hal Rohani sama sekali. Bahwa tujuan bekerja adalah untuk memberi kepuasan pada diri sendiri. Hal negative yang ditimbulkannya adalah  menjadikan pekerjaan sebagai berhala dan melampaui segalanya, sehingga untuk mencapai keberhasilan kita dapat menghalalkan segala cara, mengkompromikan integritas dan akhirnya Allah benar-benar tersisih.

Pandangan yang popular saat ini adalah melihat pekerjaan hanyalah sebagai sarana untuk dapat memberitakan kabar baik (hal ini kelihatan seolah-olah lebih baik). Sehingga pekerjaan dianggap berguna dan mendapat penghargaan jika melalui pekerjaan tersebut kita dapat mengabarkan kabar baik ditengah pekerjaan kita.

Cara pandang ini sangat merendahkan arti pekerjaan karena menjadikannya hanya sebagai kuda tunggangan untuk memenuhi kebutuhan dana yang akan dipakai sebagai alat pemberitaan firman .

PANDANGAN ALKITABIAH TERHADAP PEKERJAAN
Bagaimana pemahaman yang seutuhnya dari Firman Tuhan?, Pekerjaan bukanlah kutuk seperti pandangan sebahagian orang yang mengutip Alkitab dimana Allah memberikan hukuman atas dosa Adam dan Hawa, “…. Terkutuklah tanah karena engkau, dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidup mu” (baca Kej 3:17). Kalau kita perhatikan dengan cermat, Allah memang mengutuk tanah, sehingga menghasilkan semak duri dan rumput duri, namun pekerjaan itu sendiri bukanlah kutuk, karena perintah untuk bekerja sudah diberikan Allah sebelum manusia itu jatuh ke dalam dosa (baca Kej 1:28; 2:15).

Bekerja adalah merupakan gambaran Allah kita yang adalah bekerja (baca, Kej 2:2, “ Ketika Allah pada hari  yang ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu…..”), Bahkan hingga saat ini Allah terus bekerja (band. Yoh 5:17 “ Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga”) dan pekerjaan Allah itu dinyatakan sebagai menegakkan ciptaannya (Kol 1:16); memenuhi segala kebutuhan dari ciptaan-Nya (Mzm 104:10-30) dan menyelesaikan pekerjaan penebusan (Yoh 4:34). Bahkan yang lebih menarik adalah bahwa Allah menciptakan manusia sebagai rekan kerjaNya (lihat kembali, kej 2:8,15).

Maka perlu kita pahami bahwa bekerja bukanlah hanya untuk menghasilkan sesuatu, tetapi sebagai karakter Allah itu sendiri yang diberikan juga kepada manusia (Dough Sherman menyebutnya sebagai nilai INTRINSIK)

Selain nilai intrinsik, maka pekerjaan yang Allah berikan juga memiliki nilai INSTRUMENTAL, dimana melalui pekerjaan kita dapat melayani orang lain, memenuhi kebutuhan hidup dan keluarga dan melalui pekerjaan kita mengasihi Allah.

Oleh karena itu dengan pandangan yang benar terhadap pekerjaan kita akan diarahkan untuk melakukan yang terbaik dalam pekerjaan dan pelayanan kita, dengan  tidak perlu membandingkan apakah pekerjaan/ pelayanan  kita lebih baik atau tidak dari orang lain, karena Allah yang akan mengujinya (baca, 1 Kor 3:13-15, Sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan Nampak ...).

Jika kita memiliki pandangan dan dasar yang benar akan pekerjaan maka kita akan memiliki etos kerja yang baik.

SEBUAH VISI
Anak-anak Allah akan bekerja dengan sukacita, dengan sungguh-sungguh memberi talenta terbaik dari apa yang Tuhan berikan kepadanya, dan akan berperan dalam berbagai bidang kehidupan, bertanggungjawab terhadap peran yang diberikan sehingga mereka menjadi saksi dalam hidup kesehariannya,  menjadi citra Allah yang dapat disaksikan oleh dunia. Mereka akan dipersatukan dari berbagai keahlian, pengetahuan dan kemampuan. Saling bekerja sama dan bertolong-tolongan untuk menciptakan dunia yang lebih baik yang Tuhan berikan kepada manusai itu untuk dikuasai dan ditaklukkan. Dan bagi Tuhanlah segala pujian dan hormat dan kemuliaan.

 (Penulis adalah pemerhati sosial dan praktisi politik, salah seorang warga jemaat GKPI – Padang Bulan, Medan).
Source: suara gkpi edisi september 2011
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail. Web. infokom@gkpi.or.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Wilayah Medan I
Wilayah Siantar Simalungun Wilayah Asahan
Wilayah Tanah Karo/Alas Wilayah Dairi
Wilayah Samosir Wilayah Toba
Wilayah Humbang Wilayah Silindung
Wilayah Tapanuli Tengah Wilayah Sumatra Bagian Selatan
Wilayah Riau Utara Wilayah Jabotabek
Wilayah Jawa Kalimantan Wilayah Deli Serdang
Wilayah Labuhan Batu Wilayah Kepulauan Riau
Wilayah Pahae Wilayah Tapanuli Selatan
Wilayah Langkat Wilayah Medan II
Wilayah Tebing Tinggi Wilayah Riau Selatan
Lembaga
Video Galleri - GKPI
Seksi Pria GKPI Jemaat Pondok Timur, Resort Bekasi
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
Vitor Hutabarat dalam acara Penahbisan Pendeta dan Evangelish di GKPI Air Bersih tgl 6 Mei
Vocal Group Pria GKPI Resort Teladan
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Paduan Suara Asa Taruli sie Perempuan GKPI Tangerang
Gita Sorga Bergema - Paduan Suara GKPI Tangerang
Renungan Hari Ini
30 Apr 2014
Aku akan mengangkat bagimu gembala-gembala yang sesuai dengan hati-Ku; mereka akan menggembalakan kamu dengan pengetahuan dan pengertian.(Yeremia 3:15)
29 Apr 2014
Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa.(1 Yohannes 2:24).
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2014 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.