Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
04 Jun 2018
Awalnya Gereja ini bernama GKPI Kebun Marihat. Gereja ini berdiri dilahan PTPN IV. Dari sejarah singkat gereja ini sesungguhnya keberadaan gereja ini sudah dimulai pada tahun 1964 yang kebaktian pertama dilaksanakan di rumah Bapak J. Manurung/br. Manik. Selanjutnya kebakitan dilaksanakan di pos penjagaan perkebunan, yang kala itu disebut rumah panggung yang berdekatan dengan kompleks pabrik dan rumah sakit kebun. 
Pada tahun 1964 pengurus bersama jemaat dan BP Sitompul mengusulkan kepada perkebunan melalui anggota jemaat GKPI Kebun Marihat Bapak Hutabarat, br Panggabean yang bertugas sebagai asisten Kebun Marihat dan Bapak Hutabarat br Simorangkir berguas sebagai Karani I Emplasmen perkebunan. Akhirnya permohonan tersebut dikabulkan dan pada tahun 1968  berdirilah GKPI Kebun Marihat yang kala itu beranggotakan 25 Kepala Keluarga. Guru Jemaat pertama adalah St. Hutabarat/br. Sipayung. Tahun berdirinya GKPI Cahaya Marihat kobun didasarkan pada tahun berdirinya gedung gereja. 

Perubahan nama dari Kebun Marihat menjadi Cahaya Marihat Kobun memiliki latar belakang. Latar belakangnya yaitu saat GKPI Kebun Marihat diberi izin oleh Perkebunan menggunakan bangunan PLTA Bah Bolon yang telah tak digunakan sebagai tempat beribadah dengan syarat lahan GKPI Kebun Marihat dikembalikan kepada perkebunan dan Bangunan PLT Bah Bolon tersebut diberi dengan Hak Pakai.  Perubahan nama Kebun Marihat menjadi Cahaya Marihat Kobun adalah karena gedung itu sebelumnya pembangkit listrik yang memproduksi listrik untuk penerangan. Dengan demikian maka kata Cahaya ditambahkan ke nama gereja tersebut dengan harapan GKPI Cahaya Marihat Kobun memancarkan cahaya kebenaran firman Tuhan bagi jemaat dan warga setempat.

GKPI Cahaya Marihat Kobun pada saat ini beranggotakan 42 Kepala Keluarga Pengurus Gereja GKPI Cahaya Pardomuan sebagaimana dalam Sejarah singkat periode 2015-2020 sbb:
1. St.. WH Sitohang/br. Siagian (Guru Jemaat)
2. St. B. Simamora/br. Tambunan (mantan guru jemaat)
3. St. M. Sitohang/br. Ompusunggu (Mantan Guru jemaat/Ketua pembangunan)
4. St. A. Marpaung/br. Sidabutar (Sekretaris Jemaat)
5. St. S. Hutagalung/br. Sinaga
6. J. br. Tambunan (bendahara)
7. St. N. Turnip (+)  (penatua/penasihat)
8. St. S. br. Napitupulu (+)
9. St. S. br. Simanungkalit/M. Sinaga (Penatua)
10. ST. R. br. Sitompul/ M. Simanjuntak (+) (Penatua)
11. St. J. br. Sinaga/ R. Hutagalung (Penatua)
12. St. R. br. Hutabarat/P. Simorangkir (Penatua)
13. Cst. T. br. Sitompul/Pasaribu (Seksi Perempuan)
14. A. Hutagalung (Seksi Musik dan Pemuda-pemudi)
15. D. Simamora/br Hutagalung (Seksi Diakonia).

Ibadah Yubileum

Sebelum ibadah Yubileum, Pendeta Resort Pdt. M. Hutabarat, S.Th, MM, Pdt. TM Simamora, M.Th, Korwil Pdt. WS Simanjuntak, M.Th  Guru Jemaat St. WH Sitohang beserta penatua melaksanakan acara singkat di lokasi gereja pertama yang dulu bernama GKPI Kebun Marihat. Lokasi gereja itu hanya berupa lantai dan altar saja. dari bentuk lantai tersebut masih tampak bentuk gereja, namun berukuran kecil. Jarak dari gereja lama ke gereja saat ini hampir 1 km.  Nyanyian dan doa dinaikkan dilokasi tersebut. tampak wajah yang penuh rasa syukur serta sukacita GKPI boleh melayani di Kebun Marihat tersebut.

Tepat pada pukul 10.00 Wib dilaksanakan prosesi dari rumah Guru Jemaat St. WH Sitohang. Pada barisan prosesi Bishop GKPI, Korwil, Pendeta Resort, Pendeta yang hadir penatua dan warga jemaat.  Pemuda gereja menyambut barisan prosesi dengan tarian. Tarian ini bagaikan tarian Daud mengiringi Tabut Allah yang dibawa ke Yerusalem. Wajah sukacita tampak dari pemuda/I gereja ini. Mereka adalah gereja masa kini, warga gereja milineal yang membutuhkan sentuhan kekinian.  Pemudi gereja pun menyematkan bunga kalung kepada Bishop, Korwil dan Pendeta Resort, serta bunga pangku kepada Ibu Bishop, Ibu Korwil dan Ibu Pendeta Resort.  Pemuda Pemudi Gereja mengiringi barisan prosesi memasuki rumah ibadah dengan tarian tortor.
Ibadah Minggu berlangsung dengan hikmat. Para Pendeta yang hadir bergantian melayani sebagai liturgis yaitu Pdt. Martin Hutabarat, S.Th, MM (Pendeta Resort Siantar V), Pdt. WS. Simanjuntak, M.Th (Koorwil), Pdt. TMT. Simamora, M.Th (Ka. Biro Umum), Pdt. E. Nainggolan (Pendeta Resort Siantar III), Pdt. R. Siregar, S.Si (LPPM) yang menaikkan doa syafaat Pdt. Renold Gultom. Khotbah dilayankan oleh Bishop GKPI Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th. Dalam khotbahnya Bishop menekankan akan hal yang diperbuat gereja saat ber Yubileum yaitu mengingat masa lampau yaitu melalui pembacaan sejarah singkat sebagai perenungan akan kasih Tuhan dalam perjalanan gereja akan kasih Tuhan, serta merenungkan perjalanan gereja saat mengalami kesusahan yang mana atas kasih Tuhan gereja Tuhan masih tetap diberi waktu untuk mengabarkan kabar baik. Gereja juga mengingat masa kini yaitu merenungkan akan sudah bagaimanakah perjalanan gereja saat ini untuk ke depan sebagai gereja berkat bagi jemaat serta bagi lingkungan.  Serta berpengharapan akan masa depan akan janji Tuhan akan hari esok hingga Maranatha. Bapak Bishop mengajak umat pada Yubileum ini untuk mengingat kembali cita-cita awal berdirinya GKPI yaitu Yesus adalah gembala yang baik. GKPI berdiri karena koreksi pada gereja yang ditinggalkan. Dalam hal ini Bishop pun mengajukan pertanyaan kritis yaitu apakah GKPI kini sudah lebih baik dari gereja yang ditinggalkan? Hal ini memang butuh perenungan serius. Apakah GKPI telah menjadi penurut Tuhan  dan melakonkan sebagai gembala yang baik bagi sesama.  Gereja saat ini, kata Bishop, sudah seperti organisasi umum , serta sangat administratif. Ungkapan ini tentu perlu disikapi dalam setiap kebijakan dalam gereja sebab ada saja gereja yang membuat suatu peraturan bahwa jemaat yang lunas iuran dan kewajibannya itu yang dapat menerima pelayanan, baik itu dalam hal suka maupun duka.   Di sisi lain warga jemaat kurang memiliki kesadaran dalam memberikan persembahan bulanan dan tanggungjawab yang lain. Selanjutnya Bishop menyampaikan bahwa organisasi duniawi memiliki rumus Holong mangalap holong. Tentu kehidupan bergereja bukanlah seperti ini. Kasih dan melayani adalah prinsip gereja.  Gereja haruslah melayani kepada semua orang bahkan kepada semua orang tanpa terikat oleh hal-hal organisasi (misalnya harus lunas kewajiban).

Sebelum khotbah dilaksanakan pembacaan  Sejarah berdirinya GKPI Cahaya Marihat Kobun. Pembacaan ini dilakukan oleh St. M. Sitohang didampingi oleh St. B. Simamora. Dalam sejarah tersebut dipaparkan akan perjalanan dari gereja ini. Dalam hal penulisan dari Sejarah GKPI Cahaya Marihat Kobun, Bishop GKPI sangat mengapresiasi sebab dalam buku sejarah tersebut tercantum nama-nama Pemuda Pemudi GKPI Cahaya Marihat Kobun. Umumnya nama-nama tersebut tidak tercantum bahkan terabaikan. Namun GKPI Cahaya Marihat Kobun memberi tempat kepada pemuda-pemudi GKPI sebagai bagian dari sejarah pertumbuhan GKPI Cahaya Marihat Kobun.  Pemuda bukan hanya “bunga-bunga gereja” Pemuda adalah gereja masa kini yang harus mendapat perhatian, sebab mereka juga adalah gereja masa depan.

Setelah pembacaan Sejarah Singkat dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti sebagai pengingat bahwa GKPI Cahaya Marihat Kobun telah berusia 50 Tahun. Prasasti tersebut ditandatangani oleh Bishop GKPI Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th dan Pendeta Resort Pdt. Martin Hutabarat, S.Th, MM.
Pada kesempatan ini dirangkai dengan pelaksanaan acara purnabakti penatua kepada St. M. Sitohang/D br. Omppussungu. Bishop memimpin acara purnabakti dan menyampaikan terimakasih atas pelayanan selama ini di GKPI Cahaya Marihat Kobun. Sebagai ungkapan syukur dan terimakasih jemaat menyerahkan cenderamata berupa PIN Salib yang disematkan oleh Bishop.

Kelompok Paduan suara yang turut ambil bagian dalam ibadah ini yaitu: HKBP Marihat Baris, Parari Rabu GKPI Immanuel Jl. Asahan, Parari Selasa GKPI Immanuel Jl. Asahan, Pararikamis GKPI Simpang Panei, PA. Mamre GKPI, Okuli Voice Bah Jambi, GKPI Janggir Leto Resort Pardomuan.

Usai ibadah dilanjutkan dengan acara tiup lilin. Bishop Pdt. Oloan Pasaribu, M.Th beserta ibu didaulat untuk turut bersama dengan pendeta resort, penatua, untuk meniup lilin sebagai rasa syukur atas kasih Tuhan dalam perjalanan jemaat GKPI Cahaya Marihat Kobun. Jemaat pun menyerahkan slempang kepada para pendiri, mantan guru jemaat, serta undangan lainnya sebagai tanda ucapan syukur dan penghormatan. Demikian pula Bishop dan pendeta yang hadir turut beroleh slempang. Slempang ini akan menjadi pengingat serta kebanggaan akan berkat Tuhan atas gerejaNya yang telah menaburkan firman Tuhan, sebagai tempat jemaat untuk menaikkan doa permohonan serta syukur.

Hal lain yang menarik pada Yubileum ini adalah kesatuhatian dan kebersamaan dalam satu resort. Warga jemaat dari GKPI Immanuel Jl Asahan turut ambil bagian dalam kepanitian serta aktif dalam kegiatan tersebut. Diantara mereka ada yang aktif sebagai MC, sebagai panitia lelang, juru lelang. Walau jumlah warga jemaat berkisar 44 KK,  Ibadah dan pelaksanaan Pesta Yubileum tersebut meriah dan hikmat. Sabas na Mar GKPI terpancar dari keterlibatan warga jemaat se Resort Siantar V. Demikian pula kehadiran warga jemaat, setelah makan tidak serta merta meninggalkan gereja. Semua ambil bagian dalam pesta ini. Mengakhiri perayaan Yubileum 50 Tahun ini Bishop, pendeta, penatua, jemaat dan pemuda-pemudi serta anak sekolah Minggu ambil turut manortor. Pemuda-pemudi diberi waktu untuk meminta tortor. Mereka ambil bagian. Saat manortor Bishop beserta ibu, pendeta Resort beserta diajak manortor. Pemuda pemudi membuat lingkaran Bishop/Ibu di daulat manortor di dalam lingkaran tersebut demikian pula Pendeta Resort/Ibu. 

Source: sgkpi Mei 2018
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Selamat Ulang Tahun kepada:
Ojak Lubis 26 Okt
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Lembaga - Non Lembaga -Tugas Belajar - Diperbantukan dll
Koordinator Wilayah Wilayah I (Medan I, Langkat)
Wilayah II (Medan II, Deliserdang) Wilayah III (Simalungun- Tebing Tinggi Sergei)
Wilayah IV (Dairi- Tanah Karo) Wilayah V (Asahan, Labuhan Batu)
Wilayah VI (Silindung, Pahae, Tapsel, Tapteng) Wilayah VII (Humbang, Samosir, Toba)
Wilayah IX (Riau Utara, Riau Selatan) Wilayah VIII (Sumatera Bagian Selatan)
Wilayah X (Kepulauan Riau) Wilayah XI (Jabodetabek, Jawa-Kalimantan)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
24 Jun 2018
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhiNya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikanNya di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematianNya untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapanNya.  (Kolose 1:21-22).
23 Jun 2018
“Berfirmanlah Allah: “Baiklah kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”(Kejadian 1:26)
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2018 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.