Cari Gereja Berdasarkan
No data available
Berita Selengkapnya - Gereja Kristen Protestan Indonesia
14 Nov 2017
Pembinaan sangat diperlukan agar suatu organisasi dapat berkembang dan berjalan dengan baik. Pembinaan adalah suatu upaya sebuah organisasi untuk membaharui diri dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan dunia ini. Pembinaan tersebut dapat berupaya mengembangkan suatu gagasan atau bisa juga untuk menanamkan suatu gagasan agar kiranya seluruh anggota organisasi tersebut semakin “militan” dalam memahami fungsi dan tujuannya.
Pembinaan kepada para penatua telah dilakukan oleh GKPI pada tahun ini. Sudah hampir semua wilayah dan resort ambil bagian dalam pembinaan tersebut. Kali ini pembinaan penatua dan Majelis dilaksanakan di GKPI JK Maranata Tambunan yang mencakup empat resort. Namun sayang, tidak semua resort menyambut antusias pembinaan ini, ada resort yang hanya mengutus satu orang, bahkan tidak mengutus sama sekali.  Pada hal melalui pembinaan ini seluruh pelayan di gereja beroleh penyegaran dan mengingatkan kembali akan tugas panggilannya sebagai penatua.

Kepenatuaan di Gereja bukanlah jabatan, atau bukanlah agar kita menjadi terhormat dalam lingkungan masyarakat. Penatua itu itu adalah pelayan Tuhan, yang mengabdikan diri kepada kehendak Tuhan. Itu sebabnya maka sangat dibutuhkan tentang Spritualitas seorang penatua.  Tema tentang Spritualitas penatua disampaikan oleh Ka Dep Pastorat Pdt. Abdul Hutauruk, M.Th. Beliau berupaya untuk menggugah kembali akan makna sebagai orang Kristen yang telah beroleh anugerah keselamatan atas kasih Allah. Beliau mengajak para peserta untuk memahami akan Allah yang telah menjadi manusia di dalam Yesus sebagai wujud dari kerendahan hati Tuhan. Tuhan merendahkan diriNya hanya demi menyelamatkan seluruh ciptaanNya
.

Menjadi penatua memang tidak mudah karena harus menggembalakan jemaat yang beragam keinginan dan wataknya. Namun penatua dan seluruh pelayan haruslah memiliki spiritualitas yaitu memiliki relasi/hubungan yang akrab dengan Allah.  Cara untuk menyatu dan akrab dengan Tuhan tentunya diawali dengan mengenal Tuhan di dalam iman. Dengan pengenalan tersebut kita pun akhirnya bersekutu dengan Tuhan melalui ibadah, pembacaan Alkitab serta mendengarkan firman Tuhan oleh sebab itu hidup disiplin haruslah ditegakkan.

Dalam hal menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan dalam pelayanan maka para pelayan haruslah meyakini bahwa beban yang kita pundak bukanlah sesuatu yang menghentikan kita untuk menyampaikan kabar baik. Beberapa nas Alkitab menggambarkan akan penderitaan yang bukan menjadi hambatan. Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia   dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13). Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia  yang memberi kekuatan  kepadaku (filipi 4:13). Yesus pun mengajak kita untuk datang kepadaNya sebab pada Yesus ada kelegaan (Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan   kepadamu. (Matius 11:28). 

Ka. Dep Pastorat mengajak para pelayan untuk menelisik dan mengamati akan kehadirannya sebagai penatua atau pelayan. Apakah dengan kehadirannya tersebut menjadikan warga jemaat semakin banyak beribadah, atau bahkan ada yang akhirnya tidak beribadah lagi. Pertanyaan yang menggugah ini adalah suatu ajakan agar setiap pelayan sedia instropeksi diri. Jangan merasa benar sendiri. Dalam hal inilah para pelayan haruslah memiliki spiritualitas yang tinggi. Sebab para pelayan menghadapi berbagai sikap dari warga jemaat dalam menghadapi atau merespon hal-hal yang tidak dikehendakinya. Hal yang tidak dikehendakinya itu belum tentu benar. Dalam keadaan ini, kemungkinan komunikasilah yang macet. Misalnya ada jemaat yang sama sekali tidak lagi mau beribadah, ada jemaat yang mengkritik, ada jemaat yang beribadah di tempat lain, namun masih tetap terdaftar di jemaat kita.  

Usai Ka Dep Pastorat menyampaikan sesi, selanjutnya sesi berikut disampaikan oleh Pdt. HUM Gultom, S.Th tentang mempersiapkan dan menyampaikan khotbah. Pernyataan awal yang disampaikan beliau adalah bahwa khotbah bukanlah pidato, bukanlah stand up comedy (lawakan), bukanlah memaparkan jati diri si pengkhotbah (misalnya keberhasilannya dan sebagainya). Khotbah adalah menyampaikan firman Tuhan. Isi Khotbah adalah berita Keselamatan, berita sukacita sebagaimana yang disampaikan oleh Rasul Paulus dalam 1 Korintus 15:14 Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu.  Rasul Paulus pun menyampaikan bahwa inti pemberitaan adalah Yesus sebagaimana dalam 2 Korintus 4:5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Lalu dengan kuasa apakah kita berkhotbah, yaitu dengan pertolongan Roh Kudus.  Pelayan yang memiliki spiritualitas pastinya memiliki hubungan yang baik, akrab dan mengenal Tuhan, sehingga hal yang disampaikan di dalam khotbah adalah tentang firman Tuhan.

Lalu bagaimana menyiapkan khotbah? Seseorang yang hendak berkhotbah haruslah akrab dengan nas alkitab yang akan dikhotbahkannya yaitu melalui pembacaan alkitab secara pribadi minimal satu minggu sebelum berkhotbah. Si pengkhotbah haruslah membaca alkitab secara berulang-ulang, dan berupaya menemukan pokok utama yang disampaikannya. Pengkhotbah juga haruslah mencari tahu konteks dari nas tersebut. mencari tahu siapa tokoh yang disebutkan dalam nas, lalu mencari tahu siapa itu tokoh. Pengkhotbah dalam menyampaikan khotbahnya haruslah memiliki pendahuluan, isi dan penutup. Ilustrasi yang digunakan adalah membantu umat untuk memahami nas yang disampaikan.

Sesi terakhir disampaikan oleh Korwil VII Pdt. Maurids Simamora, M.Th menyampaikan sesi menata Administrasi dan Manajemen Gereja. Dalam sesi ini, Korwil menyampaikan akan pentingnya tertib administrasi di dalam gereja. Gereja umumnya tidak tertib mengurus administrasi sehingga dokumen-dokumen penting pun sering tidak tersimpan dengan baik. Korwil juga menyinggung perlunya setiap gereja menertibkan surat tanahnya. Maksudnya agar gereja aktif dalam upaya mengurus sertifikat tanah gereja. 
Beliau juga menyampaikan akan perlunya manajemen diterapkan dalam gereja. Manajemen adalah seni dalam upaya memanfaatkan/ mengelola semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Oleh sebab itu manajemen itu adalah suatu usaha atau upaya mulai dari merencanakan, membagi tugas sesuai dengan pendidikan dan keahliannya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dalam pelaksanaan Pembinaan ini diawali dan ditutup dengan ibadah yang dilayani oleh  Pdt. Jefri Putra T. Tampubolon, S.Th. Pdt. Jefri Putra T. Tampubolon, S.Th yang adalah pendeta resort GKPI JK Maranatha Tambunan. Selain memimpin ibadah, beliau juga moderator dalam sesi pembinaan yang dibawakan oleh Ka Dep Pastorat, dan Pdt. S. Parapat sebagai moderator dalam sesi mempersiapkan dan menyampaikan khotbah.  Vikar Janwari Simamora, S.Th  yang melayani dari Kantor Sinode turut serta dalam acara pembinaan ini. (humgu)

Source: humgu
Kantor Pusat - GKPI
Jl. Kapt Sitorus No. 13
Pematang Siantar, Sumatera Utara
Telp (0622) 22664
Fax (0622) 433625
HP 081370021990
E-mail KANTOR SINODE GKPI
kantorpusat-gkpi@indo.net.id;
gkpi-pms@indo.net.id
E-mail. Web. infokom@gkpi.or.id
E-mail Majalah SUARA GKPI
           suaragkpi@yahoo.com
Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia
Kalender Ulang Tahun
Tidak Ada Pendeta Yang Ulang Tahun Pada Periode Bulan Ini Atau Bulan Depan!
Gereja Kristen Protestan Indonesia
KANTOR SINODE Lembaga - Non Lembaga -Tugas Belajar - Diperbantukan dll
Koordinator Wilayah Wilayah I (Medan I, Langkat)
Wilayah II (Medan II, Deliserdang) Wilayah III (Simalungun- Tebing Tinggi Sergei)
Wilayah IV (Dairi- Tanah Karo) Wilayah V (Asahan, Labuhan Batu)
Wilayah VI (Silindung, Pahae, Tapsel, Tapteng) Wilayah VII (Humbang, Samosir, Toba)
Wilayah IX (Riau Utara, Riau Selatan) Wilayah VIII (Sumatera Bagian Selatan)
Wilayah X (Kepulauan Riau) Wilayah XI (Jabodetabek, Jawa-Kalimantan)
Video Galleri - GKPI
MARS GKPI
MARS GKPI Cipt. Bonar Gultom
PP GKPI Resort Khusus Kabanjahe
Mamre oh Mamre
GKPI TVRI 2/3
GKPI TVRI 3/3
GKPI TVRI 1/3
Renungan Hari Ini
20 Nov 2017
Tetapi Ia menjawab mereka: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya,” (Lukas 8:21)
19 Nov 2017
“Karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar” (1 Tesalonika 5:5-6)
Online Support
Administrator Administrator
This text will be replaced by the flash music player.
copyright ©2017 Gereja Kristen Protestan Indonesia
all rights reserved.